NTB.Suara.com - Timnas Indonesia U-22 menggelar acara potong tumpeng di di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, pada Jumat (7/4/2014). Hal itu dilakukan sebagai tanda syukur atas keputusan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang membebaskan Indonesia dari sanksi berat.
Acara tersebut dihadiri oleh skuad Timnas Indonesia U-22 yang dipersiapkan untuk SEA Games XXXII/2023 Kamboja, di bawah pimpinan pelatih Indra Sjafri.
"Malam ini, kami berinisiatif menggelar syukuran khususnya Timnas Indonesia U-22 SEA Games 2023. Kami sebagai tim dan Pak Endri mewakili PSSI bersyukur kita tidak jadi disanksi FIFA," ucap Indra, dikutip dari Antara.
Seperti diketahui, FIFA hanya memberikan sanksi ringan kepada PSSI setelah Indonesia dinyatakan batal menggelar Piala Dunia U-20.
Dalam laman resminya, FIFA menyatakan bahwa Administrasi FIFA merekomendasikan pembekuan dana bantuan untuk pengembangan sepak bola di Indonesia, FIFA Forward.
FIFA Forward 3.0 sendiri merupakan kebijakan anyar FIFA yang diluncurkan pada Januari 2023, dan akan berlangsung sampai akhir 2026. Program tersebut bertujuan menyediakan pendanaan bagi pengembangan sepak bola di negara-negara anggota FIFA.
PSSI Jangan Terlena
Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari meminta PSSI tidak terlena dengan sanksi FIFA yang dianggap ringan.
"Jangan merasa ringan. Sanksi ya sanksi. Artinya sekarang waktunya berbenah, sekarang waktunya introspeksi diri. Kalau tidak hati-hati, ini akan terus berjalan," ujarnya.
Menurutnya, kesalahan memang sudah dilakukan dan diharapkan semua pihak terkait introspeksi agar kejadian tersebut tidak terulang.
Okto juga mengapresiasi langkah Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang dinilai sangat aktif berjuang.
Mantan Ketua PB ISSI itu juga meminta PSSI agar transformasi sepak bola yang mendapatkan dukungan dari FIFA benar-benar diwujudkan. Terlebih, Presiden Joko Widodo sudah memberikan dukungan penuh. (*)