Fenomena Langit Gerhana Matahari Hibrida akan Terjadi Jelang Idul Fitri 1444 H, Simak Selengkapnya!

Suara NTB Suara.Com
Minggu, 09 April 2023 | 13:52 WIB
Fenomena Langit Gerhana Matahari Hibrida akan Terjadi Jelang Idul Fitri 1444 H, Simak Selengkapnya!
Fenomena Langit Gerhana Matahari Hibrida Diperkirakan Terjadi Jelang Idul Fitri 1444 H, Simak Selengkapnya! (bmkg.go.id)

NTB.Suara.Com - April, 2023 bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan, namun ada hal menarik di tahun ini dimana masyarakat Indonesia akan disuguhkan fenomena langit yang unik, misalnya kemunculan Gerhana Matahari yang diperkirakan muncul menjelang Lebaran nanti.

Gerhana Matahari ini merupakan salah satu peristiwa dimana Bulan menghalangi cahaya Matahari sehingga tidak semua cahaya bisa masuk ke Bumi.

Emanuel Sungging, Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN menjelaskan jika pada 20 April 2023 nanti diperkirakan akan terjadi Gerhana Matahari Hibrida.

Menariknya lagi nih, fenomena langit Gerhana Matahari Hibrida ini akan berlangsung selama 2 hari di ramadhan kali ini yaitu sebelum Idul Fitri tiba.

Dikatakan sebagai hybrid ataupun hibrida karena konon gerhana matahari ini bisa diamati dalam waktu yang sama, tergantung dimana lokasi Anda berada.

Kejadian ini bisa terjadi karena bentuk lengkungan Bumi, sehingga Gerhana Matahari Hibrida mempunyai dua tipe gerhana.

Dikutip NTB.Suara.Com dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Minggu, 9 April 2023, setidaknya terdapat tiga macam bayangan Bulan yang akan muncul ketika terjadi Gerhana Matahari Hibrida, yaitu umbra, antumbra, serta penumbra.

- Gerhana Matahari Total akan terjadi pada wilayah tertentu yang terkena bayangan Bulan umbra.

- Gerhana Matahari Cincin akan terjadi di wilayah yang terdampak bayangan Bulan antumbra.

Baca Juga: Kisah Seru di Balik Arc Swordsmith Village: Pertarungan, Cinta, dan Misteri di Demon Slayer Season 3

- Kemudian, Gerhana Matahari Sebagian terjadi di wilayah yang terlewati bayangan Bulan penumbra.

Diperkirakan Gerhana Matahari Hibrida ini akan muncul selama kurang lebih dari 185 menit saat kontak pertama kali hingga kontak terakhir.

Jika Anda ingin mengamati Gerhana Matahari Hibrida di Jakarta maka fenomena langit ini akan berlangsung selama 2 jam 37 menit dari kontak pertama mali hingga kontak yang terakhir.

Sedangkan fase matahari tertutup total yang akan terjadi bisa diamati di Biak, Papua yang berlangsung selama 58 detik.

Tentunya dengan adanya fenomena langit seperti ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa. (*/Haryo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI