NTB.Suara.com - Kontrak kerja Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia tengah ramai diperbincangkan publik.
Hal tersebut lantaran kinerja sang pelatih membina tiga kelompok usia Timnas Indonesia menorehkan sejumlah prestasi dan berkembang menjadi lebih baik.
Sayangnya, kontrak pria asal negeri ginseng tersebut berakhir di bulan Desember 2023. Dengan kata lain, karier Shin Tae Yong sebagai pelatih di tanah air tinggal 9 bulan lagi.
Namun begitu, belum ada diskusi mengenai perpanjangan kontraknya hingga detik ini.
Menanggapi hal ini, seorang youtuber Indonesia yang kerap membuat konten tentang dunia sepak bola, Tommy Desky mengunggah konten terkait kontrak Shin Tae Yong di kanal youtubenya pada Minggu (12/2/2023).
Tommy Desky mengungkapkan, bahwa FIFA mengizinkan Shin Tae Yong untuk berdiskusi dan bernegosasi dengan pihak ketiga.
Peraturan FIFA menyebutkan bahwa pemain atau pelatih boleh berbincang dengan pihak ketiga apabila kontraknya tersisa 6 bulan.
Bukan tanpa landasan, peraturan tersebut merupakan bagian dari Bosman Rule atau Bosman Ruling atau dikenal dengan Aturan Bosman.
Aturan Bosman sendiri dikeluarkan pada 15 Desember 1995 dan menjadi titik balik bagi aspek sepak bola dunia.
Baca Juga: Lagu Komang Raim Laode Berhasil Pecahkan Rekor Spotify, Ini Link Download dan Liriknya
Bosman Rule melahirkan sebuah aturan yang memberikan hak kepada seorang pemain atau pelatih untuk melakukan negosiasi pada enam bulan sebelum kontraknya berakhir.
Artinya, Shin Tae Yong berhak menentukan karirnya sendiri, apakah hendak melanjutkan kerjasama yang telah terjalin atau memulai karir dengan klub sepak bola lainnya.
Keputusan tersebut dapat diambilnya dengan catatan PSSI tak kunjung memberi kontrak baru jelang kontraknya berakhir.
Namun perlu diingat kembali, keputusan Shin Tae Yong mengenai kelanjutan karirnya dapat dibuat ketika kontraknya sudah memasuki bulan keenam. Hal tersebut dikarenakan kontraknya yang kini masih tersisa 9 bulan lagi. (Ainul Yaqin/*)