NTB.Suara.com - Wolverhampton Wanderers berhasil menangkan poin 1-0 atas Chelsea di Liga Inggris 2022-2023 yang digelar di Stadion Molineux pada Sabtu, 8 April 2023 malam WIB.
Sayangnya, kemenangan tersebut menimbulkan suatu masalah. Tiga suporter Wolverhampton Wanderers karena menyanyikan nyanyian berbau homofobia saat timnya melawan Chelsea, pada Sabtu (8/4/2023) malam waktu setempat.
Homofobia diambil dari kata homo, yaitu sejenis dan fobia yang berarti bentuk ketakutan akan suatu hal. Hal ini berartikan suatu bentuk penolakan atau kebencian pada kelompok orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari LGBTQ+ atau penyuka sesama jenis.
“Homofobia, seperti semua bentuk diskriminasi lainnya. Tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau masyarakat dan siapapun yang terlibat dalam perilaku diskriminatif melakukan tindakan kriminal,” tulis rilis resmi klub Wolverhampton dikutip dari Antara pada Minggu (9/4/2023).
Wolverhampton juga telah membenarkan bahwa tiga suporternya telah ditangkap terkait homofobia dan nyanyian diskriminatif tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Chelsea menolak setiap tindakan homofobik yang dilakukan oleh suporter tuan rumah di Stadion Molineux.
Untuk upaya pemberantasan nyanyian keji dari permainan sepak bola, Chelsea akan bekerjasama dengan komunitas sepak bola yang lebih luas.
Tindakan yang dilakukan oleh suporter Wolves tersebut dinilai telah menodai kemenangan Julen Lopetegui atas The Blues 1-0.
The Wolves berhasil meraih tiga poin melalui sepakan voli yang dilakukan Matheus Nunes saat menit ke-31.
Baca Juga: BLACKPINK Kembali Duduki Posisi Teratas Brand Value Girl Group
Hasil tersebut membuat Wolves semakin jauh dari zona degradasi dan kini menduduki peringkat ke-12 dengan perolehan 31 poin.
Disisi lain, Chelsea saat kembalinya pelatih Frank Lampard masih belum menunjukan peningkatan peforma dan berada di peringkat ke-11 dengan 39 poin. (Riadin Asy/*)