NTB.Suara.com - Ida Dayak, wanita asal Kalimantan Timur (Kaltim) kini tengah viral karena kesaktiannya dalam hal pengobatan tradisional.
Ida Dayak diketahui bisa menyembuhkan penyakit di antaranya, bisu, lumpuh, patah tulang, dan tuli.
Ida Dayak adalah ahli patah tulang nonmedis. Menarik tentunya mengetahui pendapat dari dokter di bidang tulang atau ortopedi soal ini.
dr. Andjar Bhawono, Sp.OT (Spesialis Ortopedi) pun memberikan pendapatnya soal pengobatan patah tulang secara tradisional. Bagaimana juga perbedaan pendekatannya dengan ilmu medis atau istilah lainnya head to headnya.
Di acara Rumpi No Secret, Senin (10/4/2023), Feni Rose meminta tanggapan sang dokter soal pengobatan tradisional patah tulang.
Feni Rose menanyakan, dari sisi kedokteran, menilik pengobatan patah tulang secara nonmedis ini apakah memang memungkinkan untuk dilakukan.
dr. Andjar pun menjawab, pengobatan tradisional khususnya patah tulang dari dulu memang sudah ada dan banyak.
Bahkan, kata dr. Andjar Bhawono, itu merupakan kekayaan budaya Indonesia yang bervariasi sejak zaman dulu.
Sejak zaman dulu, pengobatan-pengobatan tradisional yang diperkenalkan leluhur kita sangatlah beragam.
Baca Juga: Apa Itu Karomah? Jadi Modus Pengasuh Ponpes Cabuli 14 Santriwati di Batang
Kalau disandingkan dengan ilmu medis, dr. Andjar menambahkan pendekatannya sangatlah berbeda.
Kalau di bidang medis, pendekatannya, kita harus mendapatkan data yang valid dulu, seperti melalui ronsen.
Data hasil ronsen itulah, kata dr. Andjar, yang menjadi acuan kita sebagai langkah awal untuk memperbaiki tulang yang tergeser itu dari mana.
Sedangkan di ilmu tradisional nonmedis pendekatannya berbeda sekali.
"Dan memang bahasanya, ilmu kejahatan oleh Allah itu diibaratkan kalau tulang didekatkan saja akan menjadi satu, itu betul," ujar dr. Andjar Bhawono, Sp.OT dikutip dari Rumpi No Secret.
"Cuma masalahnya apakah tulangnya menjadi satu dengan baik, miring, atau gak nyambung sama sekali. Itulah yang harus kita eksplorasi lebih jauh terhadap pasien," katanya. (Riadin Asy/*)