NTB.Suara.com – Klub yang dibela bek Timnas Indonesia, Jordi Amat yakni Johor Darul Ta’zim (JDT) ramai menjadi pembicaraan setelah penggemar sepakbola di Malaysia meminta JDT hengkang dari negara mereka.
Alasan JDR diminta minggat dari Malaysia karena dianggap terlalu superior di kompetisi kasta teratas sepakbola Malaysia dan tidak lagi memiliki lawan yang sepadan. Setelah sembilan musim beruntun menjuarai Liga Super Malaysia.
Didukung dengan kekuatan anggaran tim yang nyaris tak terbatas dan manajemen tim yang profesional.
JDT memang menjelma menjadi klub raksasa bukan hanya di Malaysia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara dan Asia.
Mereka selalu mendatangkan pemain-pemain terbaik yang pernah merumput di kompetisi top Eropa.
Seperti mereka mendatangkan Jordi Amat yang memiliki rekam jejak cukup mentereng yang pernah memperkuat dua klub La Liga Spanyol, Rayo Vallecano dan Real Betis.
Saat ini JDT memimpin klasemen Liga Super Malaysia dengan koleksi 24 poin. Mereka unggul lima poin dari pesaing terdekat mereka, Selangor FA.
Analis Olahraga Malaysia, Datuk Pekan Ramli menilai tidak ada opsi yang layak bagi JDT selain tetap berlaga di Malaysia karena di negara lain belum tentu mereka bisa diterima.
Apalagi masing-masing negara tentu memiliki fokus pada pengembangan kekuatan sepak bola mereka sendiri.
Baca Juga: 3 Pelajaran Hidup dari Drama Korea 'Eve,' Harta Bukan Jaminan Kebahagiaan!
“Saya tidak melihat liga negara lain yang terbuka untuk partisipasi dari negara lain,” kata Ramli Dikutip NTB.Suara.com dari Suara.com, Kamis (13/4/2023).
“Jadi JDT akan seperti Bayern Munich di Bundesliga, Bayern mendominasi di negaranya sendiri dan juga bersinar di pentas internasional seperti Piala Dunia Klub FIFA atau Piala Super UEFA,” imbuhnya.
Ramli menambahkan dengan kekuatan yang begitu superior di Liga Malaysia, JDT harus bisa membuktikan diri untuk bersaing di pentas Liga Champions Asia dengan melangkah sejauh mungkin.
“Di sinilah mereka bisa menunjukkan bahwa mereka bukan sekedar juara di Liga Super, tapi kekuatan mereka bisa dibawa ke ACL (Liga Champions Asia),” jelas Ramli. (*)