NTB.Suara.com – Secara mengejutkan Kang Dedi Mulyadi dan putranya Maula Akbar mundur dari Partai Golkar dan gabung ke partai Gerindra.
Publik banyak memberikan spekulasi alasan yang melatarbelakangi hijrahnya Dedi Mulyadi ke Partai Gerindra, seperti merapatnya Ridwan Kamil ke partai lambing pohon beringin itu. Sejauh ini Dedi Mulyadi belum memberikan pernyataan resmi langsung mengapa dia mundur dari partai Golkar.
Namun dilansir dari salah satu kanal YouTube milik Dedi Mulyadi yang bernama Dulur Rahayu mengungkap dugaan alasan hijrah politiknya.
Dalam kana YouTube Dulur Rahayu menyebutkan bahwa Kang Dedi lebih diapresiasi di partai besutan Prabowo tersebut. Dimana usai bergabung dengan partai barunya itu, dirinya langsung menjabat sebagai wakil ketua DPP Partai Gerindra.
Posisi tersebut dinilai cocok dan manusiawi mengingat Dedi bukan sekedar kader umum, namun merupakan tokoh yang punya kiprah di masyarakat.
Prabowo Subianto tahu cara menghargai dan menghitung potensi seseorang, sehingga posisi strategis tersebut dengan mudah dilimpahkan kepada Dedi Mulyadi.
Sementara di Partai Golkar, mantan bupati Purwakarta itu hanya ditempatkan pada posisi ketua bidang yang tidak strategis. Sehingga posisi tersebut dianggap tidak beriringan dengan karakter aktif dan jiwanya yang inovatif yang akhirnya mematikan karir politiknya.
Partai Gerindra sudah mengkonfirmasi bahwa nama Dedi Mulyadi tercantum sebagai bakal calon legislatif DPR RI, sementara putaranya Maula Akbar tercatat sebagai bakal calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat.
Dedi Mulyadi tampak gembira dan bersemangat setelah bergabung dengan partai Gerindra. Hal ini tampak dalam unggahan Instagramnya yang sedang berfoto bersama Prabowo Subianto
Baca Juga: Inara Rusli Ikut Nimbrung Beri Dukungan Dahlia Poland
“Menorehkan catatan sejarah masa lalu untuk meraih kejayaan di masa depan dengan ideologi, visi dan keyakinan bersama Prabowo Subianto, kita terus bekerja untuk Indonesia Raya,” tulis Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71(15/5/2023). (M.Iqbal/*)