ntb

Diviralkan Rusak, Begini Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno

Suara NTB Suara.Com
Jum'at, 30 Juni 2023 | 07:07 WIB
Diviralkan Rusak, Begini Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno
Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta. (Sumber foto: wikipedia)

NTB.Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam keadaan bagus, sehingga pertandingan Persija Jakarta vs PSM Makassar siap digelar di lapangan tersebut.

Pertandingan sepak bola Liga 1 musim 2023-2024 antara Persija Jakarta kontra PSM Makassar akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada 2 Juli 2023.

"Liga 1, pertandingan Persija Jakarta melawan PSM Makassar ramai di media sosial. Alhamdulillah sudah ditetapkan pada 2 Juli di Stadion Utama Gelora Bung Karno," kata Menpora Dito Ariotedjo, dikutip dari kemenpora.go.id, Jumat (30/6/2023).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya video viral jika rumput SUGBK dinarasikan rusak parah usai adanya kegiatan non-olahraga beberapa waktu lalu.

"Saya sudah berkoordinasi dan mediasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, serta jajaran direksi Gelora Bung Karno soal kabar viral mengenai kondisi rumput yang rusak," ucap Dito.

Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah sebuah stadion di Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno. 

Konstruksi dimulai pada 8 Februari 1960 dan selesai pada 21 Juli 1962, tepat waktunya untuk menjadi tuan rumah Asian Games di bulan berikutnya. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Rusia (yang dulunya Uni Soviet) sebesar 12,5 juta dolar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.

Stadion tersebut umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola tingkat internasional. Stadion itu dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, yang juga menggagas pembangunan kompleks olahraga tersebut. 

Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama stadion ini diubah menjadi Stadion Utama Senayan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1984 yang ditandatangani Presiden Soeharto. 

Baca Juga: Media Vietnam Anggap Bima Sakti Pelatih Gagal, Bongkar 'Aib' Bersama Timnas Indonesia U-17

Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama stadion ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Keputusan Presiden Nomor 7/2001 yang ditandatangani Presiden Abdurrahman Wahid.

Ketika pertama kali dibuka pada tahun 1962, stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk sebesar 110.000. Kapasitas ini telah berkurang dua kali: pertama menjadi 88.083 pada tahun 2006 untuk Piala Asia AFC 2007 dan kedua hingga 77.193 antara 2016 dan 2017 untuk Asian Games dan Asian Para Games 2018. 

Dalam renovasi tahun 2016 hingga 2017, semua bangku penonton diganti dengan kursi tunggal. Kapasitas 88.083 sempat membuatnya menjadi stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-7 di dunia. Saat ini, stadion ini merupakan stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-28 di dunia dan stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-8 di Asia.  (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI