NTB.Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap gaya bermain PSM Makassar yang menurutnya memboroskan waktu saat kedua tim bertemu dalam pertandingan perdana Liga 1 2023/2024 pada Senin malam.
Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1. PSM Makassar berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Kenzo Nambu pada menit ke-12, sebelum pemain Jepang lainnya, Ryo Matsumura, menyamakan kedudukan bagi Persija pada menit ke-81.
"Sebenarnya saya tidak suka cara bermain lawan pada hari ini. Karena banyak pemain yang mengulur waktu jadi kita kehilangan ritme," katanya usai laga.
Jakmania, kata dia, datang untuk menonton bola, bukan menonton (pertandingan di mana) setiap tiga atau lima menit ada pemain yang berjatuhan, membuang-buang waktu.
Saah satu pemain yang dia sebut adalah nomor 4 PSM yaitu Yuran Fernandes.
"Karena saya lihat dia sudah enam kali jatuh, tapi akhirnya dia main 90 menit," kata Doll pada konferensi pers setelah pertandingan.
Doll menegaskan bahwa ketidakpuasannya bukan semata-mata karena Persija tertinggal 0-1, tetapi lebih disebabkan oleh ketidaksukaannya terhadap gaya bermain seperti itu.
Keluhan tersebut bukan kali pertama diungkapkan oleh Doll, bahkan sejak musim pertamanya melatih di Indonesia pada musim sebelumnya.
Pelatih asal Jerman itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap permainan timnya pada babak pertama yang banyak terjadi kesalahan akibat tekanan yang dialami.
Baca Juga: Nursyah Murka Indah Permatasari dan Arie Kriting Bikin Konten Singgung Ilmu Hitam
Namun demikian, Doll cukup senang dengan penampilan timnya pada babak kedua, terutama setelah berhasil menyamakan kedudukan.
Dalam pertandingan melawan PSM, Doll tidak memasukkan penyerang murni sejak awal pertandingan. Trio Ryo, Riko Simanjuntak, dan Witan Sulaeman menjadi trio serang utama dalam susunan pemain inti, sementara Aji Kusuma dimasukkan sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Doll menjelaskan bahwa ini merupakan strategi jangka pendek yang tidak akan diterapkan secara permanen.
"Memang untuk laga ini kami melakukan banyak perubahan khusus di depan karena mereka bertiga sebenarnya bisa bermain sebagai half man. Tapi mereka sudah mencoba usaha terbaik mereka, memang lawan PSM lebih susah terutama bagi lini tengah dan lini belakangnya, mereka sangat kuat," tutur mantan pelatih Borussia Dortmund itu.