NTB.Suara.com - Taman Budaya Provinsi NTB menggelar Pergelaran dan Evaluasi I Olah Seni yang diikuti sebanyak 237 siswa-siswi. Kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan seni budaya sejak usia dini tersebut digelar pada Jumat malam (14/07/2023).
Kepala Seksi Pelestarian Seni Budaya Taman Budaya Provinsi NTB, Ni Wayan Sriaritini menjelaskan program tersebut merupakan kegiatan rutin, di mana pelaksanaanya dua kali dalam satu tahun. Tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan olah seni budaya yang ada di Taman Budaya.
"Olah seni budaya yang ditampilkan terdiri atas musik tradisi, gitar, biola, vokal, teater, tari, seni rupa, dan seni lainnya," jelas Sriaritini.
Sementara itu, Kepala Taman Budaya Provinsi NTB, Sabarudin mengatakan, para siswa-siswi yang mengikuti olah seni budaya rutin mengadakan latihan setiap Minggu sore. Khusus yang tampil kali ini diberikan tambahan waktu latihan menjadi dua kali dalam satu minggu.
Tahun ini, kata dia, pihaknya menjadwalkan kegiatan evaluasi olah seni sebanyak dua. Pertama dilaksanakan pada Juli 2023, dan tahap kedua rencananya pada November 2023.
"Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sampai di mana perkembangan dan pertumbuhan proses latihan selama enam bulan pada tahun 2023," katanya.
Sekilas melihat hasil evaluasi, menurut Sabarudin, memang kelas olah seni budaya sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan secara bertahap dan berjenjang sejak usia dini, baik dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan.
"Pembinaan sejak usia dini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia dan untuk kesiapan seni budaya daerah, sehingga kedepan bisa diberdayakan," ucapnya.
Ia mengatakan olah seni diperuntukkan agar anak sejak usia dini mengenal seni budaya di Taman Budaya Provinsi NTB. Bergerak di bidang ini, maka dibuat semacam pembinaan bagi yang yang berminat menggeluti dan mengembangkan potensi diri.
Baca Juga: Hukum Memindahkan Makam dalam Islam, Heboh Isu Prabowo dan Makam Diponegoro
Sabarudin menambahkan pemerintah selama ini sudah sangat peduli akan seni budaya, sehingga Taman Budaya sudah sangat eksis. Taman Budaya juga diharapkan mampu berinovasi dalam pengembangan seni budaya berbagai lintas etnis, usia, dan lainnya.
"Taman Budaya bisa menjadi destinasi unggulan, masyarakat rindu datang ke taman budaya, baik diskusi latihan dan lainnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku," pungkasnya. (*)