NTB.suara.com - Mobil-mobil Mercedes-Benz telah mengukir sejarah panjang dalam industri otomotif, dimulai pada tahun 1901 ketika Daimler Motoren Gesellschaft (DMG) pertama kali memasarkan kendaraan-kendaraan mewah mereka. Sejarah panjang ini mencerminkan komitmen terhadap keunggulan dan inovasi yang telah membuat Mercedes-Benz menjadi salah satu merek mobil paling prestisius di dunia.
Pentingnya tahun 1926 tidak bisa diabaikan dalam cerita ini. Ini adalah tahun ketika perusahaan Benz dan Daimler bergabung untuk membentuk Daimler-Benz. Dalam periode ini, mereka menghadirkan mobil pertama yang memakai merek Mercedes-Benz, sebuah langkah besar yang akan membentuk masa depan merek ini.
Mercedes-Benz tidak hanya dikenal sebagai salah satu merek mobil paling bergengsi di dunia, tetapi juga sebagai salah satu yang tertua yang masih eksis hingga saat ini. Ini adalah bukti ketangguhan perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan selama bertahun-tahun.
Nama "Mercedes" sendiri memiliki asal-usul yang menarik. Pada tahun 1900, seorang pengusaha berkebangsaan Jerman yang tinggal di Prancis, Emil Jellinek, meminta Wilhelm Maybach untuk merancang sebuah mobil yang cepat, ringan, dan aman.
Emil juga ingin bekerja sama dengan DMG untuk mendistribusikan mobil ini, dan dia memutuskan untuk menggunakan nama anaknya, Mercedes, sebagai nama mereknya. Nama "Mercedes" memiliki makna rasa terima kasih dan anugerah dalam bahasa Spanyol dan Prancis, mencerminkan penghargaan Emil terhadap prestasi mobil ini. Pada tahun 1902, nama "Mercedes" resmi dipatenkan sebagai merek dagang.
Logo Mercedes-Benz juga memiliki cerita menarik di baliknya. Awalnya, logo ini diilhami oleh selembar kartu pos yang dikirim oleh Gottlieb Daimler kepada istrinya pada tahun 1970-an. Daimler menggambarkan bintang bersegi tiga pada kartu pos tersebut untuk menunjukkan lokasi rumahnya, tetapi simbol ini juga memiliki makna lain. Bintang bersegi tiga itu diartikan sebagai simbol kemakmuran dan cahaya yang menyinari pabrik Mercedes-Benz.
Kemudian, pada tahun 1926, ketika DMG bergabung dengan Benz & Cie, logo tersebut diperkaya dengan penambahan karangan bunga laurel. Meskipun karangan bunga tersebut kini sudah tidak lagi digunakan, mereka tetap menjadi bagian dari warisan visual merek Mercedes-Benz.
Namun, bintang bersegi tiga yang menggambarkan produksi mesin Mercedes-Benz di darat, udara, dan air tetap menjadi elemen yang konsisten dalam logo mereka.
Menghadapi sejarah yang panjang dan tradisi yang kaya, Mercedes-Benz terus berkomitmen untuk menghasilkan mobil-mobil berkualitas tinggi yang menjaga standar keamanan yang ketat.
Ini adalah merek yang tidak hanya memiliki sejarah yang cemerlang, tetapi juga mencerminkan keunggulan dalam desain, teknologi, dan keamanan. Dengan menggabungkan keunggulan ini dengan warisan dan filosofi yang kuat, Mercedes-Benz tetap menjadi pemimpin dalam dunia otomotif. (*)
Baca Juga: Disubsidi Pemerintah, Motor Listrik Ini Cuma Rp 5 Juta