NTB.suara.com - Selain mahir memasak, Chef Juna, begitu panggilan dari Juna Rorimpandey adalah sosok biker sejati. Dia dikenal menyukai beragam motor gede tentunya yang berotot layaknya hasil pabrikan dari Negeri Paman Sam.
Bahkan, Chef Juna sempat mengemukan motor yang menjadi impiannya beberapa tahun silam. "Objek: sepeda imipianku. Old School Indian. Saya tidak mengambil gambar ini, karena jika saya melakukannya, saya tidak akan pulang. Adakah yang tahu tahun berapa dan tipe apa?" begitu keterangan dalam @junarorimpandeyofficial. Motor tersebut adalah Motor Indian Arrow 149.
Dikutip dari laman resmi americanmotorcyclist, Rabu 20 September 2023. Motor Indian Arrow 149 adalah salah satu kendaraan sepeda motor klasik yang memiliki sejarah yang menarik. Diproduksi pada tahun 1949 oleh perusahaan Indian Motocycle Co., sepeda motor ini memiliki desain yang memukau dan telah menjadi bagian dari sejarah industri sepeda motor.
Nama pada tangki sepeda motor ini adalah "Indian," namun dengan huruf yang pudar, tertulis "Panah Perak" di bawahnya. Nama "Panah Perak" ini pantas mengingat sepeda motor ini adalah salah satu senjata yang pernah digunakan oleh Indian Motocycle Co., sebuah perusahaan yang telah bangga dengan prestasinya dalam industri sepeda motor. Namun, nasib perusahaan ini tak lama setelah Perang Dunia II berakhir menjadi tragis.
Beberapa dekade sebelumnya, India adalah produsen sepeda motor terbesar di dunia dan mendapatkan reputasi untuk inovasi dan elegansinya dalam mengembangkan V-twin dan inline four. Namun, keputusan bisnis yang kurang bijaksana membuat perusahaan ini mengalami kesulitan keuangan.
Setelah Perang Dunia II, Indian yakin bahwa dunia akan mengalami ledakan penjualan sepeda motor. Mereka pun beralih dari suksesnya V-twin Scouts dan memasuki pasar motor modular dengan lini produk baru, termasuk Arrow. Arrow dilengkapi dengan mesin katup overhead 218cc satu silinder, sedangkan Scout baru menggunakan mesin kembar 436cc.
Performa Arrow mungkin sesuai untuk pengendara sepeda motor baru saat itu, tetapi tidak memenuhi harapan para penggemar Indian yang menginginkan performa sekelas 750cc.
Selain itu, biaya produksi sepeda motor ternyata lebih tinggi dari perkiraan, terutama karena masalah garansi yang muncul. Bahkan, kabarnya, Indian kehilangan uang untuk setiap mesin yang terjual.
Meskipun Indian Arrow 149 menandai akhir dari lini perusahaan tersebut, ini hanya merupakan awal dari perjalanan legenda motor buatan mereka. (*)
Baca Juga: Cuma Rp 5 Juta, Yuk Intip Spek Motor Listrik Vito Mirip Honda Scoopy