NTB.Suara.com - Ketum PSSI Erick Thohir tidak terlalu mempersoalkan sikap Persis Solo yang menahan Ramadhan Sananta dari panggilan Timnas Indonesia U24 ke ajang Asian Games, September ini. Sikap ini berbeda dengan ketika Persija Jakarta dan PSM Makassar yang menahan pemainnya dalam ajang Piala AFF U23 2023 pada Agustus 2023 lalu. Apakah Erick Thohir tidak berani menghukum dirinya sendiri?
Pertanyaan itu muncul karena sebelumnya diketahui bahwa Erick Thohir adalah pemilik 20 persen saham Persis Solo. Selain Erick, pemilik saham Persis Solo adalah Kevin Nugroho, Kaesang Pangarep, dan klub anggota Persis Solo.
Pada Juni 2023 lalu, anak Erick Thohir, Mahendra Agakhan alias Aga Thohir memang menyatakan mengundurkan diri dari posisi komisaris utama Persis Solo.
Alasannya, Erick Thohir, ayahnya jadi Ketum PSSI. Aga ingin tidak ada konflik kepentingan antara dirinya sebagai bagian klub dengan ayahnya sebagai ketum PSSI.
Namun, sampai saat ini belum jelas apakah saham Erick Thohir yang 20 persen sudah dilepas ke pihak lain atau masih ada padanya.
Terlepas dari soal kepemilikan saham Erick Thohir di Persis Solo, dia menunjukkan sikap berbeda dengan kasus tidak dilepasnya striker Persis, Ramadhan Sananta ke Timnas U24 asuhan Indra Sjafri yang berlaga di Asian Games Hangzhou, China September ini.
Kepada wartawan, Erick mengakui Asian Games tidak masuk kalender FIFA atau FIFA Matchday. Dia pun mengaku ingin menysinergikan kalender liga dengan kalender timnas.
Erick juga meminta soal tidak dilepasnya Sananta ke Timnas U24 tidak dijadikan polimik. Dia juga meminta jangan diadu-adu dengan Persis. Dia ingin solusi bersama.
"Kita cari solusi sama-sama tapi saya meminta kepada liga khususnya buat Piala AFC U-23 bulan April mendatang, saya memohon kepada liga berhenti sebentar. Liga (PT LIB) sudah menyanggupi, klub-klub juga sudah menyanggupi sehingga ketika Piala U-23 di Qatar, para pemain terbaik bisa dipanggil," kata dia di Jakarta, Rabu, dilansir dari Antara, Kamis (21/9/2023).
Sikap Erick ini agar berbeda dengan ketika Persija dan PSM Makassar yang enggan melepas pemainnya ke ajang Piala AFF 2023 di Thailand Agustus 2023 lalu.
Saat itu, Persija tak melepas bek sekaligus kapten Rizky Ridho, dan PSM menahan Dzaky Asraf. Kala itu, pihak klub, khususnya lagi pelatih Persija Thomas Doll dan pelatih PSM, Bernardo Tavares menolak melepas pemainnya karena dibutuhkan tim, dan Piala AFF 2023 bukan agenda FIFA.
Dia menyinggung soal bantuan PSSI ke klub. Erick membandingkan dengan bantuan klub kepada timnas yang sedang membutuhkan sokongan pemain.
"Nanti saya catat (klub yang tak lepas pemain). Saya pikirin dulu, boleh kan kita mikir dulu? Kan mereka juga mikir-mikir bantu Merah Putih. Jadi boleh dong saya mikir buat bantu klub, boleh gak?" ujar Erick Thohir nyelekit.
Menteri BUMN ini juga menyinggung soal pemakaian stadion yang dibangun pemerintah namun digunakan klub. Sedangkan ketika timnas membutuhkan, klub tidak membantu.
"Ini saya bukan ancam ya, saya mau bangun klub yang cinta Indonesia juga dong. Kan pemerintah membangun Rp1,9 triliun loh, kalau klub-klub bisa tidak renovasi sampai Rp1,9 triliun? bisa tidak klub-klub bikin stadion besar? kan tidak, berarti artinya apa? saling keseimbangan antara pemerintah dan swasta, kan kita harus saling dukung," kata Erick dilansir dari Antara Agustus lalu.