Ketum PBNU Sebut Sarung Bukti Kesinambungan Peradaban Hindu, Buddha, dan Islam

Suara NTB

Jum'at, 20 Oktober 2023 | 18:27 WIB
Ketum PBNU Sebut Sarung Bukti Kesinambungan Peradaban Hindu, Buddha, dan Islam
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (kemenag.go.id)

NTB.Suara.com - Hari Santri 2023 digelar dengan cara yang unik, yakni penggunaan Sarung Santri Nusantara di acara yang digelar di Gedung Negara Grahadi Nusantara Surabaya, Sabtu (21/10/2023).

Tamu-tamu yang hadir pada Hari Santri 2023 itu memakai sarung dengan motif dan warna yang beraneka ragam. 

Di antara tamu-tamu tersebut ada Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, pejabat-pejabat tinggi Kemenag, serta ratusan santri dan warga Surabaya yang ikut memeriahkan Hari Santri 2023.

KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa sarung adalah simbol sejarah dan peradaban yang luas dan berkelanjutan. 

“Di Indonesia yang mayoritas muslim, santri dan kiai memakai sarung. Tapi bukan hanya di sini, di India yang Hindu juga ada yang memakai sarung, di Myanmar yang Buddha juga ada yang memakai sarung,” ujarnya.

“Jadi sarung itu menghubungkan berbagai masyarakat yang heterogen dalam satu kawasan peradaban yang luas,” tambahnya.

Menurut Gus Yahya, sapaan akrabnya, sarung sudah ada sejak lama di Nusantara sebelum Islam masuk ke sini. Jadi sarung bukan hanya milik masyarakat muslim, tetapi juga bagian dari tradisi kehidupan mereka.

Gus Yahya menjelaskan bahwa peradaban Nusantara terus berkembang dari zaman ke zaman. Misalnya, pada zaman Sriwijaya, masyarakatnya banyak yang beragama Buddha dan sekarang mayoritas muslim, tetapi budayanya (sarung) tetap sama.

baca juga

“Ini adalah modal yang membuat santri Nusantara bisa selamat dari perubahan sejarah global yang menyulitkan di tempat lain. Kita harus bersyukur atas makna sarung dan vitalitas budayanya. Sarung memiliki vitalitas budaya yang sangat kuat,” ucapnya.

“Sarung tidak berubah dari zaman kuno sampai sekarang. Motifnya hanya bergantung pada kreativitas komunitas tenun. Sarung menunjukkan vitalitas budaya yang tangguh,” lanjutnya.

Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan bahwa sarung adalah ciri khas bangsa. 

Sarung yang dulu identik dengan masyarakat desa dan tradisional, sekarang juga dipakai dalam banyak acara kenegaraan oleh Presiden dan Wakil Presiden.

Wamenag juga mengatakan bahwa tenun sarung melambangkan nilai persatuan dan kesatuan. 

“Sarung terbuat dari benang-benang yang ditenun menjadi satu. Ini adalah gambaran persatuan dan kesatuan. Sarung kuat karena terikat oleh tenun,” ucap Wamenag.

“Sarung adalah harta Nusantara. Kain tradisional ini penuh dengan makna budaya Nusantara. Sarung dipakai secara nasional dalam berbagai kegiatan. Kita berharap suatu saat nanti akan ada Hari Sarung Nasional,” pungkasnya.  (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sehari Jelang Hari Santri Nasional, Pimpinan Ponpes Ini Sebut HSN Lahir dari Banten

Sehari Jelang Hari Santri Nasional, Pimpinan Ponpes Ini Sebut HSN Lahir dari Banten

Banten | Sabtu, 21 Oktober 2023 | 17:05 WIB

Peringati Hari Santri, Khofifah Ajak Berjihad demi Indonesia

Peringati Hari Santri, Khofifah Ajak Berjihad demi Indonesia

Jatim | Sabtu, 21 Oktober 2023 | 12:20 WIB

Hasil BRI Liga 1: Bali United Gulung Persebaya, Privat Mbarga Cetak Brace

Hasil BRI Liga 1: Bali United Gulung Persebaya, Privat Mbarga Cetak Brace

Bola | Jum'at, 20 Oktober 2023 | 17:02 WIB

Terkini

Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi

Pasokan Semen Aceh Tertekan, SIG Perkuat Pabrik dan Distribusi

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api

Karhutla 200 Hektare di OKI Belum Sepenuhnya Padam, Tim Kejar Ekor Api

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"

Bukan Sekadar Jumpscare, Aghniny Haque Ungkap Horor Berbeda di "Bisikan Desa Gringsing"

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian

Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:47 WIB

Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni

Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren

Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:44 WIB

PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok

PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas

Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

×