Renault Akan Produksi dan Jual Mobil di Pakistan Mulai 2019

Ririn Indriani, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 25 November 2017 | 20:12 WIB
Renault Akan Produksi dan Jual Mobil di Pakistan Mulai 2019
Logo Renault. (Shutterstock)

Suara.com - Renault mengumumkan akan memproduksi dan menjual mobil di Pakistan, negara ekonomi berkembang dengan populasi besar namun dengan rasio kepemilikan mobil yang masih amat sedikit.

Kegiatan produksi serta penjualan bakal dilakukan mulai 2019.

Rencana tersebut, seperti diwartakan Automotive News pada awal pekan ini, dipublikasikan Renault setelah penandatanganan kerja sama dengan Al-Futtaim yang kelak menjadi partner mereka di Pakistan.

"Renault dengan bangga memperluas jejak di industri otomotif internasional dengan memasuki Pakistan, pasar yang berkembang sangat cepat dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen per tahun," kata Senior VP and Chairman of Africa Middle-East India (AMI) Region Renault, Fabrice Cambolive.

Ia mengungkapkan penetrasi ke Pakistan dianggap penting untuk memperbesar penjualan mereka di area AMI. Pabrikan asal Prancis yang masuk dalam grup Nissan ini ingin meningkatkan volume transaksi jual-beli di region ini dari 491 ribu pada tahun lalu menjadi 800 ribu pada 2022.

Al-Futtaim sendiri merupakan korporasi otomotif global yang sudah beroperasi di 29 negara. Mereka akan membantu Renault dalam manufakturing dan distribusi.

Melalui kolaborasi dengan Al-Futtaim, Renault nantinya bakal mendatangkan model-model terkini mereka ke Pakistan. Renault juga akan berperan dalam transfer teknologi ke pasar baru mereka ini.

"Dengan populasi lebih dari 200 juta jiwa, pertumbuhan ekonomi pesat, dan kelas menengah yang dinamis, Pakistan tak diragukan lagi adalah pasar berkembang sangat strategis bagi kami," ucap Presiden Al-Futtaim, Len Hunt.

Pakistan adalah negara dengan jumlah populasi terbesar keenam di dunia. Meski jumlah penduduk mereka sekitar 205 juta jiwa, penjualan mobil pada tahun lalu tak sampai 200 ribu unit.

Rasio kepemilikan mobil di sana juga jomplang yakni 18 mobil per 1.000 penduduk.

Renault menjadi pabrikan otomotif Eropa pertama yang masuk pasar Pakistan dengan memanfaatkan insentif dari pemerintah demi menarik investor asing. Sebelum Renault, Kia dan Hyundai sudah memastikan akan membangun pabrik di sana.

Pada pekan ini, grup Volkswagen mengonfirmasi bahwa mereka juga sedang melakukan pembicaraan dengan pemerintah Pakistan untuk merakit kendaraan niaga ringan di negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Renault Ogah Balik Lagi ke Amerika Serikat

Renault Ogah Balik Lagi ke Amerika Serikat

Otomotif | Rabu, 22 November 2017 | 18:14 WIB

Pemerintah Prancis Jual Hampir Rp19 Triliun Sahamnya di Renault

Pemerintah Prancis Jual Hampir Rp19 Triliun Sahamnya di Renault

Otomotif | Selasa, 07 November 2017 | 18:40 WIB

Mobil Mirip Gelembung Ini Menang Lomba Desain Renault

Mobil Mirip Gelembung Ini Menang Lomba Desain Renault

Otomotif | Jum'at, 22 September 2017 | 13:06 WIB

Terkini

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Secangkir Kopi Muhammadiyah dan Cerita Kehangatan Bersama Rudy Susmanto di Leuwiliang

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Sasis Bawah Innova Reborn Dilas Plat Besi demi Sabu 27 Kg, Dua Kurir Terancam Hukuman Mati

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

IHSG Tembus Lagi Level 6.000, Saham GOTO Kembali Melonjak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:50 WIB

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

2.820 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Pertandingan Vietnam Vs Pakistan di SUGBK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Singgung Argentina, Justin Hubner Kirim Pesan untuk Suporter Timnas Indonesia Jelang Final

Bola | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam

Sumsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

Ada Helikopter dan Pesawat, Ini Daftar Aset Mewah yang Disita Kejagung di Kasus Korupsi Motor BGN

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Kenapa Jangan Menggosok Parfum di Kulit? Ini Cara Pakai yang Benar agar Wanginya Awet

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:40 WIB

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

BGN Minta Setiap Kepala Daerah Sidak Dapur MBG, Kalau Perlu Dilakukan Jam 2 Pagi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Kesederhanaan yang Perlahan Pergi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×