Misi Toyota-Daihatsu: Bikin Mobil Bermesin Bensin Makin Efisien

Yazir Farouk, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:39 WIB
Misi Toyota-Daihatsu: Bikin Mobil Bermesin Bensin Makin Efisien
Ilustrasi mobil. (Sumber: Shutterstock.com)

Suara.com - Toyota percaya bahwa mobil bermesin bensin masih memiliki masa depan panjang di Indonesia, walaupun pemerintah sedang bersiap memicu terciptanya pasar mobil hibrida dan listrik melalui sebuah peraturan. Namun, target mengurangi gas rumah kaca 29 persen pada 2030 sesuai tuntutan Paris Agreement bakal membuat mesin bensin harus makin efisien dan irit bahan bakar minyak (BBM).

Paris Agreement pada 2015 silam memang menuntut dunia menjadi lebih 'hijau'. Pemerintah Indonesia pun akhirnya mencanangkan agar mobil-mobil ramah lingkungan berkontribusi 20 persen dari pasar mobil nasional pada 2025.

Hal ini berusaha diwujudkan dengan penyusunan regulasi low carbon emmision vehicle (LCEV) yang antara lain berisi insentif pajak bagi mobil hibrida serta listrik. Regulasi ini ditargetkan terbit pada awal 2018.

"Pada 2025, 80 persen pasar masih mobil bermesin pembakaran dalam (combusion engine) dan 20 persennya lagi mobil hibrida atau sejenisnya. Mesin konvensional masih tetap ada di bagian 80 persen ini," kata Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM), Fransiskus Soerjopranoto, ketika diwawancarai pada End Year Gathering Toyota, baru-baru ini di Jakarta.

"Mesin pembakaran dalam berarti akan beradu teknologi. Ada mesin berteknologi VVT-i, ada yang pakai turbocharged. Ini akan menjadi salah satu pertarungan menarik secara teknologi karena tujuannya penghematan konsumsi BBM," ujarnya.

Soerjopranoto lalu mengungkapkan bahwa inilah alasan Toyota membuat sebuah virtual company dengan Daihatsu pada tahun ini, setelah sebelumnya ada pengakuisisian penuh saham Daihatsu oleh Toyota di Jepang. Virtual company itu, menurut Soerjopranoto, akan berusaha mengembangkan mobil bermesin bensin yang makin efisien dan irit BBM untuk negara-negara berkembang.

"Jadi, untuk negara-negara berkembang itu kita punya compact car yang efisiensi bahan bakarnya lebih bagus," katanya.

Sebelumnya, ketika ditemui di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Agustus lalu, Soerjopranoto mengungkapkan bahwa virtual company Toyota-Daihatsu menganggap Indonesia sebagai fokus utama, di antara negara-negara berkembang lain di seluruh dunia. Berbekal virtual company, Toyota-Daihatsu bisa makin total menggabungkan sumber daya produksi, manufaktur, pengadaan komponen, dan teknologi untuk menciptakan produk hasil kolaborasi Toyota dengan Daihatsu.

Kerja sama produk dan perakitan antara Toyota-Daihatsu sendiri sudah terjadi sebelum virtual company dibentuk. Model-model kendaraan tersebut ialah Avanza-Xenia, Rush-Terios, Agya-Ayla, Calya-Sigra.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMW: Mobil Listrik 3 Kali Lebih Irit Ketimbang Mobil Bensin

BMW: Mobil Listrik 3 Kali Lebih Irit Ketimbang Mobil Bensin

Otomotif | Sabtu, 16 Desember 2017 | 03:49 WIB

BMW Bakal Tambah Lagi Mobil Listrik di Indonesia Tahun Depan

BMW Bakal Tambah Lagi Mobil Listrik di Indonesia Tahun Depan

Otomotif | Jum'at, 15 Desember 2017 | 10:40 WIB

Ada 1.500 Stasiun Pengisi Daya Mobil Listrik di Jakarta pada 2018

Ada 1.500 Stasiun Pengisi Daya Mobil Listrik di Jakarta pada 2018

Otomotif | Kamis, 14 Desember 2017 | 17:45 WIB

BMW Transfer Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik ke PLN

BMW Transfer Teknologi Pengisian Daya Mobil Listrik ke PLN

Otomotif | Kamis, 14 Desember 2017 | 17:02 WIB

Luhut: Mitsubishi Sepakat Gelar Riset Mobil Listrik di Indonesia

Luhut: Mitsubishi Sepakat Gelar Riset Mobil Listrik di Indonesia

Otomotif | Kamis, 14 Desember 2017 | 16:11 WIB

Perusahaan Minuman Berenergi Ini Pesan 100 Unit Tesla Semis

Perusahaan Minuman Berenergi Ini Pesan 100 Unit Tesla Semis

Otomotif | Kamis, 14 Desember 2017 | 08:11 WIB

Terkini

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

Dari Ferdy Sambo hingga Indra Kenz, Ini Deretan Napi Terkenal di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:15 WIB

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

53.490 Orang Kena PHK Sepanjang 2026, Terbanyak di Jawa Barat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:13 WIB

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

Resmi! Kolombia Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Layangkan Tuduhan Keji

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:11 WIB

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

3 Sunblock Badan yang Cocok Dipakai saat Cuaca Panas, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:10 WIB

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Changan Nevo Q05 Ramaikan Pasar SUV Listrik dengan Jarak Tempuh 462 Km

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 13:07 WIB

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

Indonesia Tanda Tangani Konvensi Siber PBB, Apa Saja Isi Perjanjiannya?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 13:04 WIB

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Ternyata, 64 Persen Pelaku UMKM Indonesia adalah Perempuan

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 13:02 WIB

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 13:00 WIB

×