2018, Adira Finance Sasar Pembiayaan Otomotif hingga Rp35 Triliun

Arsito Hidayatullah, Insan Akbar Krisnamusi

Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:56 WIB
2018, Adira Finance Sasar Pembiayaan Otomotif hingga Rp35 Triliun
Pihak Adira Finance dalam jumpa pers Momobil.id di Jakarta, Jumat (15/12/2017). [Suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]

Suara.com - PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menargetkan kenaikan pembiayaan otomotif sebesar Rp5-10 persen di 2018, atau setara dengan sekitar Rp33-35 triliun. Perusahaan publik ini amat berharap pada perbaikan daya beli di pasar mobil, baik baru maupun bekas, karena pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan lebih baik tahun depan.

"Tahun depan harapannya meningkat 5-10 persen (dibanding tahun ini) jadi sekitar Rp33-35 triliun," kata Chief Executive Officer Adira Finance, Hafid Hadeli, pascakonferensi pers peluncuran laman daring jual-beli mobil bekas Momobil.id, Jumat (15/12/2017) sore di Jakarta.

Adapun perkiraan pembiayaan Adira pada akhir tahun ini mencapai antara Rp32-32,5 triliun.

Hafid amat berharap, perkiraan pertumbuhan ekonomi 5,3 sampai 5,4 persen pada tahun depan yang lebih baik dari 5,1 hingga 5,2 persen pada tahun ini, disertai pula oleh tidak adanya lagi pelonjakan biaya administrasi kendaraan bermotor plus kenaikan tarif listrik seperti yang terjadi pada 2017. Dengan demikian, daya beli bakal memulih, sehingga kualitas kredit konsumen juga lebih baik dari tahun ini.

Seperti diketahui, pasar mobil tahun ini diperkirakan stagnan di angka 1,06 juta unit. Pasar sepeda motor malah diproyeksikan turun lagi, dari 5,9 juta unit di 2016 menjadi 5,8 juta unit.

Tingginya tingkat kredit macet (Non Performing Finance/NPF) pada tahun ini, menurut Hafid, memang diakui membuat persetujuan pembiayaan konsumen-konsumen otomotif menjadi lebih ketat dan turut menjadi penyebab melesunya pasar.

"Pasti kami berharap dari sektor ekonomi akan lebih baik, sehingga pasar penjualan otomotif pun kami harapkan juga meningkat tahun depan," ujar dia.

Hafid juga berekspektasi bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun depan membawa dampak positif pada permintaan kendaraan.

NPF Adira sendiri hingga November ada di angka 2 persen, dan diyakini bisa turun menjadi 1,9 persen di akhir 2017. Menurut Hafid, tahun depan Adira berupaya menjaga NPF di bawah 2 persen. Namun jika kondisi ekonomi dan daya beli tidak sesuai keinginan, maka mau tidak mau pihaknya masih melakukan pengetatan pembiayaan.

Adapun harapan perumbuhan kontribusi pembiayaan otomotif tahun depan diperkirakan datang dari dua sumber. Pertama adalah bisnis mobil baru yang tumbuh, sedangkan yang kedua ialah lini bisnis teranyar Adira yakni jual-beli mobil bekas online lewat Momobil.id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembiayaan Otomotif Adira Finance Capai Rp29 T Hingga November

Pembiayaan Otomotif Adira Finance Capai Rp29 T Hingga November

Otomotif | Sabtu, 16 Desember 2017 | 12:03 WIB

Adira Luncurkan Situs Pusat Jual-Beli Mobil Bekas

Adira Luncurkan Situs Pusat Jual-Beli Mobil Bekas

Otomotif | Jum'at, 15 Desember 2017 | 23:25 WIB

Pembeli Mobil 'Zaman Now' Tak Lagi Anggap Rp200 Juta Mahal

Pembeli Mobil 'Zaman Now' Tak Lagi Anggap Rp200 Juta Mahal

Otomotif | Sabtu, 11 November 2017 | 18:02 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×