Teknologi Ini Diklaim Bisa Menjadi Pengganti Lampu Lintas

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 12 Oktober 2018 | 16:00 WIB
Teknologi Ini Diklaim Bisa Menjadi Pengganti Lampu Lintas
Ilustrasi sensor mobil [Shutterstock].

Suara.com - Terjebak lampu merah menjadi salah satu momen yang menjenuhkan saat mengemudi. Bahkan berdasarkan data yang dipaparkan Ford, rata-rata pengendara harus menghabiskan waktu dua hari dalam setahun untuk mengantre di lampu merah atau lampu lalu-lintas.

Menjawab hal itu, produsen otomotif asal Amerika Serikat ini coba mengembangkan inovasi agar pengemudi tidak lagi harus mengantre di persimpangan karena lampu lalu lintas.

Caranya adalah dengan menghilangkan lampu lintas yang di setiap persimpangan jalan. Sistem Namun dalam hal ini perusahaan menawarkan sistem yang diberi nama Intersection Management Priority (IMP).

Cara kerjanya, sistem ini akan menggunakan teknologi komunikasi dari kendaraan ke kendaraan untuk berkoordinasi dengan kendaraan lain di sekitarnya.

Jika dua kendaraan mendekati persimpangan yang sama, sistem akan menampilkan kecepatan yang ideal untuk melewati persimpangan sehingga mereka tidak akan saling menabrak.  Dengan begitu tidak akan ada lagi mobil yang harus berhenti.

"Selain menghemat waktu, teknologi ini bisa menghemat bahan bakar karena pengemudi tidak lagi terjebak di lampu merah. Teknologi ini juga menjanjikan untuk meningkatkan keselamatan karena hampir 60 persen kecelakaan terjadi di persimpangan," tulis Ford, dikutip dari Carcoops, Jumat (12/10/2018).

Meskipun sistemnya terdengar sangat radikal, Ford mengatakan bahwa sistem ini terinspirasi dari cara orang saling berpapasan dalam sebuah kerumunan. Jika diperhatikan, orang-orang akan memperlambat atau mempercepat jalan mereka untuk menghindari benturan satu sama lain akan tetapi tidak berhenti bergerak maju. Hal inilah yang coba diterapkan Ford dalam mengatasi lalu lintas kendaraan.

Teknologi ini bisa saja menjadi pilihan yang lebih aman jika pengendara benar-benar memperhatikan dasbor dan mengikuti instruksi mobil. Jika tidak, teknologi seperti ini tentu akan sangat membahayakan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Produsen Otomotif Jerman "Bertanding" Produksi Mobil Listrik

Produsen Otomotif Jerman "Bertanding" Produksi Mobil Listrik

Otomotif | Senin, 24 September 2018 | 09:00 WIB

Catatan dari Event IFA 2018 di Jerman : Babak Baru Otomotif Dunia

Catatan dari Event IFA 2018 di Jerman : Babak Baru Otomotif Dunia

Otomotif | Jum'at, 31 Agustus 2018 | 17:00 WIB

Tak Disangka, 5 Pabrikan Ini Awalnya Tak Berbisnis Otomotif

Tak Disangka, 5 Pabrikan Ini Awalnya Tak Berbisnis Otomotif

Otomotif | Selasa, 06 Desember 2016 | 19:35 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×