Kasus Carlos Ghosn: Greg Kelly Buka Suara

RR Ukirsari Manggalani

Minggu, 25 November 2018 | 18:15 WIB
Kasus Carlos Ghosn: Greg Kelly Buka Suara
CEO Renault dan Nissan, Carlos Ghosn [Shutterstock].

Suara.com - Kasus pimpinan eksekutif aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn, tentang penyalahgunaan dana perusahaan terus bergulir. Jaksa penuntut di Tokyo, Jepang telah melancarkan gugatan, menyusul penangkapan lelaki kelahiran Brasil ini.

Akan tetapi, Greg Kelly, mantan eksekutif Nissan Motor yang ditangkap bersama Carlos Ghosn baru saja memberikan pembelaan, bahwa kompensasi yang diterima atasannya itu telah didiskusikan dengan pejabat lainnya dan dibayarkan secara tepat. Demikian dikutip kantor berita Antara dari penyiaran publik Jepang NHK, Sabtu (24/11/2018).

Pernyataan ini adalah yang pertama dilaporkan sejak penangkapan Greg Kelly bersama Carlos Ghosn pada Senin (19/11/2018). Ia menambahkan dan disebutkan di NHK, dia bekerja demi Nissan, bukan sekadar menuruti perintah sang atasan, Carlos Ghosn.

Jaksa penuntut Jepang mengatakan Carlos Ghosn dan Greg Kelly bersekongkol untuk mengubah gaji atau pendapatan Ghosn senilai 10 miliar Yen atau 88 juta dolar Amerika Serikat (AS) lebih kecil, dari perolehan selama lima tahun, mulai 2010, saat bekerja untuk Nissan.

"Kompensasi mantan eksekutif Nissan ini dibahas bersama di departemen terkait dan dilakukan dengan tepat. Saya tidak hanya mengikuti perintahnya, namun bekerja demi kebaikan perusahaan," demikian tutur Greg Kelly, yang dilansir Reuters.

Selain itu, jaksa juga kemungkinan bakal membidik kasus kriminal baru Carlos Ghosn di mana ia disinyalir mengecilkan penghasilannya senilai 3 miliar Yen atau 27 juta dolar AS selama tiga tahun dari tahun fiskal 2015. Hal ini dilansir dari harian Asahi pada Jumat (23/11/2018).

Dengan kondisi seperti ini, para pimpinan Nissan memilih dengan suara bulat pada Kamis (22/11/2018) untuk mencopot Carlos Ghosn dan Greg Kelly dari posisi masing-masing.

Keduanya ditangkap setelah dalam investigasi Nissan menemukan bukti kesalahan serius termasuk remunerasi di bawah pelaporan dan penggunaan pribadi aset perusahaan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Renault Belum Ambil Keputusan Pecat Carlos Ghosn

Renault Belum Ambil Keputusan Pecat Carlos Ghosn

Otomotif | Jum'at, 23 November 2018 | 13:00 WIB

Mulai Terkuak: Skema Manipulasi Keuangan Carlos Ghosn

Mulai Terkuak: Skema Manipulasi Keuangan Carlos Ghosn

Otomotif | Rabu, 21 November 2018 | 13:00 WIB

Siap Dilengserkan: Carlos Ghosn dapat Rp 247 Miliar dari Aliansi

Siap Dilengserkan: Carlos Ghosn dapat Rp 247 Miliar dari Aliansi

Otomotif | Rabu, 21 November 2018 | 11:45 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×