Bila Terjadi "No-Deal" Brexit, Peta Otomotif Britania Raya Begini ...

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 21 Januari 2019 | 13:00 WIB
Bila Terjadi "No-Deal" Brexit, Peta Otomotif Britania Raya Begini ...
Jaguar C-X75, salah satu mobil yang membintangi film James Bond, "Spectre". Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Putusan dalam negeri Britania Raya soal Britain Remain atau Britain Leave (Brexit) atas keikutsertaannya dalam Uni Eropa bakal direalisasikan 29 Maret 2019. Dan "masa penantian" ini telah melahirkan berbagai kondisi kurang menentu yang mempengaruhi dunia industri, termasuk peta otomotif.

Dikutip dari The Guardian, penantian Brexit ini termasuk bila terjadi tanpa kesepakatan referendum, telah mengganggu pasokan suku cadang dari negara-negara Uni Eropa ke Inggris.

Sementara untuk urusan ekspor dan impor, bila tadinya peran Vehicle Certification Agency (VCA) atau agen sertifikasi Inggris berlaku valid di daratan Eropa, maka dengan terjadinya Brexit bakal dirumuskan aturan baru. Rencananya diberlakukan mulai Februari 2019 seperti disyaratkan Komisi Eropa. Inilah pendorong para produsen untuk melakukan serangkaian persiapan menyongsong perubahan mendatang.

Bentley, Toyota, serta Honda dikabarkan mulai mencari badan sertifikasi setara VCA yang beroperasi di Eropa untuk mengatasi kemungkinan produk gagal diekspor. Pilihan Bentley disebut-sebut berada di Luxemburg, sedangkan Honda serta Toyota memilih di Belgia.

Sementara Aston Martin, dengan produk-produk yang identik dengan tunggangan James Bond pun masih mencari-cari agen sertifikasi di kawasan Uni Eropa. Sedangkan Jaguar Land Rover, berkeputusan tetap bersama VCA. Alternatif akan dilakukan bila diperlukan kelak, namun belum dilakukan saat ini.

Mike Hawes, kepala eksekutif Society of Motor Manufacturers and Traders, badan industri Inggris, mengungkapkan bahwa kondisi No-Deal Brexit bukanlah sebuah pilihan bagi industri otomotif Britania Raya.

"Terhambatnya pengiriman mobil, di mana biasanya lebih dari seribu kontainer kami setiap hari melewati rute terowongan bawah laut English Channel menuju Perancis akan memberikan gangguan hebat terhadap produksi otomotif Britania Raya," tukas Mike Hawes.

Ia juga menandaskan, bahwa langkah para produsen berjaga-jaga dengan menimbun produksi juga bukanlah alternatif yang baik mengingat situasi ini membutuhkan ruang simpan besar, juga merujuk selera pasar.

Di atas semuanya, tak kalah penting adalah berkurangnya daya saing produk otomotif Inggris nantinya di pasar global. Padahal tahu sendiri, nama Britania Raya identik dengan dunia kendaraan, terutama kelas sport dan premium.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahas Brexit: Jepang Bakal Angkat Topik Otomotif

Bahas Brexit: Jepang Bakal Angkat Topik Otomotif

Otomotif | Kamis, 10 Januari 2019 | 11:00 WIB

Catat, Ini Jadwal Pesta Otomotif Britania Raya sampai Juni 2019

Catat, Ini Jadwal Pesta Otomotif Britania Raya sampai Juni 2019

Otomotif | Jum'at, 04 Januari 2019 | 12:00 WIB

Jaguar Hentikan Produksi Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya ?

Jaguar Hentikan Produksi Sementara, Bagaimana Nasib Pekerjanya ?

Otomotif | Kamis, 06 Desember 2018 | 17:00 WIB

Terkini

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

3 Hari Dilanda Karhutla, Lahan Gambut Tanjab Timur Terus Diburu Api

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Audio Jadi Bagian dari Gaya Hidup, Menemukan Suara yang Pas untuk Setiap Momen

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:56 WIB

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Mengenal Qamaril Adani, Akan Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:46 WIB

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:18 WIB

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

×