Gojek Jadi Decacorn, Grab Pamer Bisa Raup Investasi Rp 92 Triliun

Iwan Supriyatna

Kamis, 11 April 2019 | 16:10 WIB
Gojek Jadi Decacorn, Grab Pamer Bisa Raup Investasi Rp 92 Triliun
Ilustrasi ojek online.

Suara.com - Grab belum lama ini merilis soal target raupan investasi sebesar 6,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 92 triliun sebelum 2019 berakhir.

Menanggapi hal tesebut, Kolumnis sekaligus pemerhati bisnis berbasis teknologi Bloomberg, Tim Culpan mengungkapkan, rilis Grab tersebut tidak ditujukan kepada siapapun kecuali hanya diarahkan kepada kompetitornya yakni GoJek.

Terlebih, pengumuman kekuatan dana Grab itu dilakukan hanya sesaat setelah ramai pemberitaan bahwa GoJek baru saja dinobatkan sebagai decacorn.

"Siaran pers (Grab) itu mungkin telah dialamatkan dengan jelas, dear GoJek, tulisnya dalam artikel berjudul Grab's Bonfire of the Vanities is Just Blowing Smoke," dikutip dari Bloomberg 8 April 2019.

Kepulan asap yang dimaksud Culpan adalah tentang kekuatan dana dari investor Grab yang berpotensi digunakan untuk melakukan berbagai cara memenangkan kompetisi.

Terutama strategi bakar uang yang cenderung predatory pricing (jual rugi) sehingga bisa menguasai pasar.

Maka tidak salah, kata Culpan, jika rencana besar Grab itu hanya ditujukan kepada GoJek tanpa peduli dampak keberlangsungan bisnis dan industri ride-hailing di Asia Tenggara.

Menurut Culpan, ini adalah kompetisi dengan senjata kuno dan Grab ingin GoJek tahu bahwa dia memiliki tumpukan amunisi yang lebih besar dan dukungan dari negara adidaya modal ventura dunia.

Culpan menganalogikan, perkirakan kabut asap itu akan mengepul lebih tebal, dan lebih beracun. Sebab berpotensi terjadi monopoli.

baca juga

Terlebih dalam dua kutipan terpisah, eksekutif Grab terutama Anthony Tan membuat klaim bahwa pihaknya akan kali empat lebih besar dari pesaing terdekatnya.

"Dalam era baru bisnis jasa antar (transportasi online) dana besar itu sering dihabiskan untuk menutup kesenjangan antara apa yang seorang konsumen mau bayar untuk naik dan apa yang seorang pengemudi mau bayar untuk mengangkut pelanggan itu," terangnya.

Pengamat Ekonomi Yanuar Rizky menilai, masuknya investasi baru ke Grab tersebut dinilai sebagai aksi konglomerasi dengan tujuan menciptakan monopoli di industri ojek online Asia Tenggara.

Monopoli dimungkinkan dengan menerapkan tarif serendah-rendahnya bagi konsumen dengan harapan kompetitor tidak mampu bersaing.

"Itu arah konglomerasi bagaimana menguasai pasar dengan bakar duit mencapai harga serendah-rendahnya. Di satu sisi menguntungkan konsumen tapi di sisi lain ketika tidak ada saingan bisa seenaknya menentukan harga," ujarnya.

Menurut Rizky, predatory pricing atau aksi bakar duit yang berpotensi dilakukan Grab memiliki tujuan untuk menguasai pasar dengan cara melakukan monopoli sistem.

"Disitulah yang terakhir, kalau lawannya belum menyerah bakar duit tidak akan ada selesainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Dapat Cuan di Pesta Demokrasi? Coba Instrumen Investasi Ini

Mau Dapat Cuan di Pesta Demokrasi? Coba Instrumen Investasi Ini

Bisnis | Rabu, 10 April 2019 | 19:06 WIB

Nicky Hogan Luncurkan Buku Investasi untuk Penyandang Disabilitas

Nicky Hogan Luncurkan Buku Investasi untuk Penyandang Disabilitas

Press Release | Selasa, 09 April 2019 | 21:00 WIB

Grab Hadirkan Fitur Venues Agar Penumpang Lebih Cepat Temukan Driver

Grab Hadirkan Fitur Venues Agar Penumpang Lebih Cepat Temukan Driver

Otomotif | Selasa, 09 April 2019 | 17:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×