Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 04 Mei 2019 | 08:20 WIB
Ternyata, Puasa Bisa Pengaruhi Perilaku Nyetir, Loh!
Seseorang beraktivitas menyetir dalam kondisi mengantuk. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].

Suara.com - Bulan Ramadan hanya tinggal hitungan hari, umat Islam di seluruh dunia pun siap menyambutnya. Termasuk mereka yang dalam keseharian aktif di balik kemudi, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Nah, ada hal perlu diperhatikan menyoal berkendaraan ini. Apakah perilaku di jalan raya menjadi berubah, utamanya karena konsentrasi berkurang gara-gara terserang kantuk?

Dikutip dari Gulf News UAE, sebuah penelitian dari Emirates Driving Institute (EDI) pada 2013 menyebutkan bahwa kurang tidur saat Ramadan menimbulkan gangguan kinerja mengemudi, lekas marah, dan mengantuk di siang hari.

Berkurangnya konsentrasi di siang hari mampu menyebabkan reaksi pengemudi menjadi lebih rendah, sehingga kurang cepat mencerna rambu-rambu lalu-lintas, tak sadar saat kecepatan kendaraan berubah, sekaligus menjadi kurang sabar menghadapi perilaku pengemudi lain.

ilustrasi puasa (Shutterstock)
Ilustrasi puasa [Shutterstock].

Dr Prakash Pania, konsultan ahli endokrin di Aster Jubilee Medical Complex, Dubai menyebutkan bahwa kondisi ini disebabkan karena berubahnya kadar gula darah saat berpuasa. Yaitu menjadi lebih rendah.

Ketika kadar gula darah turun menjadi 70 mg/dl atau lebih rendah, timbul gejala sensasi kelaparan, kelemahan, kelelahan, dan pusing. Pada tahap ini, mereka yang mengemudi berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi diri mereka sendiri maupun orang lain.

"Dalam kondisi lebih parah, terjadi hipoglikemia, dan menjadi lebih jelas ketika durasi puasa meningkat, pengemudi kehilangan fokus dan muncul gangguan saat harus mengambil tindakan saat mengemudi," papar Dr Prakash Pania.

Ditambah dengan keterangan dari diabetes.co.uk, dalam keadaan kekurangan gula darah ini, tubuh menjadi lebih lelah, merasa lebih sulit untuk membuat keputusan dan memfokuskan pandangan mereka.

Untuk itu, bila saat pengemudi yang berpuasa mengalami gejala hipoglikemia, maka harus segera memarkir kendaraan di tempat yang aman, beristirahat, dan memeriksa kadar gula darah.

baca juga

"Bila kondisi ini dibiarkan, bisa menyebabkan peningkatan potensi kecelakaan karena cara mengemudi menjadi di luar kebiasaan," tandas Dr Prakash Pania.

Ia juga menambahkan, "Sangat penting untuk mengedukasi mereka yang berpuasa untuk rajin melakukan pengecekan kadar gula darah. Jika turun di bawah 60 mg/dl mesti diperbolehkan berbuka puasa sebelum terjadi hal-hal tak diinginkan."

Jadi, terus tingkatkan kewaspadaan menyetir di bulan Ramadan, sembari rutin melakukan pengecekan kadar gula darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Kocak Puasa ala Ajudan Pribadi

Tips Kocak Puasa ala Ajudan Pribadi

Entertainment | Jum'at, 03 Mei 2019 | 22:57 WIB

Mari Intip Tiga Motor Presiden RI di Telkomsel IIMS 2019

Mari Intip Tiga Motor Presiden RI di Telkomsel IIMS 2019

Otomotif | Jum'at, 03 Mei 2019 | 17:10 WIB

Bersiap Masuki Ramadan, Ingatlah Jarak Aman Antara Kendaraan!

Bersiap Masuki Ramadan, Ingatlah Jarak Aman Antara Kendaraan!

Otomotif | Jum'at, 03 Mei 2019 | 08:00 WIB

Terkini

Muhammadiyah Dorong Rokok dan Vape Diberi Label Non-Halal

Muhammadiyah Dorong Rokok dan Vape Diberi Label Non-Halal

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:15 WIB

Muhammadiyah Desak BPJPH Labeli Rokok dan Vape Produk Non-Halal

Muhammadiyah Desak BPJPH Labeli Rokok dan Vape Produk Non-Halal

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Moisturizer Murah untuk Remaja SMP SMA Under Rp50 Ribu

9 Rekomendasi Moisturizer Murah untuk Remaja SMP SMA Under Rp50 Ribu

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 15:15 WIB

Sudah Punya Karier, Kenapa Masih Kembali Kuliah? Ini Alasannya

Sudah Punya Karier, Kenapa Masih Kembali Kuliah? Ini Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 15:12 WIB

Awas Modus Penipuan Segitiga Mobil Bekas Berharga Murah Mengintai Pembeli

Awas Modus Penipuan Segitiga Mobil Bekas Berharga Murah Mengintai Pembeli

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 15:10 WIB

Kapal China Tabrak Perahu Filipina Saat Bagikan Subsidi Bahan Bakar Nelayan di Kepulauan Spratly

Kapal China Tabrak Perahu Filipina Saat Bagikan Subsidi Bahan Bakar Nelayan di Kepulauan Spratly

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:05 WIB

Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Sasar Kantor Summarecon

Usai Geledah 3 Ruang Dirjen ATR/BPN, KPK Sasar Kantor Summarecon

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:05 WIB

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

Isu Black September Merebak, Boni Hargens Ungkap Modus Destabilisasi Politik

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

iQOO Pad Ultra Segera Rilis 29 September: BawaLayar OLED 8,8 Inci, Snapdragon Generasi Baru

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:00 WIB

×