Tak Cuma Bantu Pemobil Biar Tak Nyasar, GMaps Kini Bisa Deteksi Gempa?

Angga Roni Priambodo, Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 01 Januari 2021 | 08:00 WIB
Tak Cuma Bantu Pemobil Biar Tak Nyasar, GMaps Kini Bisa Deteksi Gempa?
Ilustrasi kemacetan di Google Maps. [Shutterstock]

Suara.com - Sebagai salah satu aplikasi navigasi paling populer di kalangan pemotor atau pemobil, GMaps (Google Maps) baru-baru ini dilaporkan tengah dalam tahap pengembangan fitur baru.

Dilansir dari Autoevolution (1/1/2021), Google Maps sekarang dapat menyorot daerah yang terkena gempa bumi, dan fitur tersebut diaktifkan awal minggu ini untuk pengguna Eropa setelah guncangan hebat di Kroasia.

Gempa berkekuatan 6,4 tercatat 2 mil (3,2 km) dari Petrinja, Kroasia, dan Google Maps dengan cepat memberi update untuk menunjukkan area yang terkena dampak.

Perlu diketahui, Google Maps hanya menampilkan wilayah dengan magnitude tinggi, walaupun pada kenyataanya gempa bumi juga dirasakan di sejumlah negara lain, termasuk Bosnia dan Herzegovina, Republik Ceko, Jerman, Hongaria, Italia, Montenegro, Rumania, Slovakia, Slovenia, Serbia, dan Austria.

Tapi bagaimana GMaps bisa bekerja? Semuanya bisa berfungsi berkat ponsel Android Anda, yang sensornya mengumpulkan data dan mengirimkannya ke Google dalam waktu singkat.

Fitur baru Google Maps, fitur kepadatan jalur transit. [Google]
Fitur baru Google Maps, fitur kepadatan jalur transit. [Google]

“Semua ponsel cerdas dilengkapi dengan akselerometer kecil yang dapat mendeteksi sinyal yang mengindikasikan kemungkinan gempa bumi sedang terjadi. Jika ponsel mendeteksi sesuatu yang menurutnya mungkin gempa bumi, itu akan mengirimkan sinyal ke server deteksi gempa kami, bersama dengan lokasi kasar di mana guncangan terjadi," kata pihak Google melalui sebuah pernyataan.

Server kemudian menggabungkan informasi dari banyak ponsel untuk mengetahui apakah gempa bumi sedang terjadi. Pada dasarnya kami berpacu dengan kecepatan cahaya (yang kira-kira adalah kecepatan sinyal dari ponsel bergerak) melawan kecepatan gempa bumi," lanjut mereka.

Google telah memiliki rencana ambisius untuk menjadikan fitur ini jauh lebih berguna. Selain menampilkan area yang terkena dampak di peta, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak berwenang di Amerika Serikat untuk mengeluarkan peringatan gempa di ponsel.

Kemampuan ini saat ini tersedia di California, dan Google mengatakan tahun depan akan tersedia untuk lebih banyak pengguna di Amerika Serikat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Permintaan Suku Cadang Mobil Listrik Meningkat di Korea Selatan

Permintaan Suku Cadang Mobil Listrik Meningkat di Korea Selatan

Otomotif | Kamis, 31 Desember 2020 | 20:00 WIB

Seperti Pemiliknya, Sepeda Motor Perlu Mandi Bila Kehujanan

Seperti Pemiliknya, Sepeda Motor Perlu Mandi Bila Kehujanan

Kaltim | Kamis, 31 Desember 2020 | 19:15 WIB

Sepeda Motor Diajak Main Hujan? Lakukan Langkah Ini untuk Cegah Karat

Sepeda Motor Diajak Main Hujan? Lakukan Langkah Ini untuk Cegah Karat

Banten | Kamis, 31 Desember 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×