alexametrics

Kawasaki KLX 250 Jadi Motor Dinas Tentara Malaysia, Wujudnya Bikin Naksir

Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Kawasaki KLX 250 Jadi Motor Dinas Tentara Malaysia, Wujudnya Bikin Naksir
Kawasaki KLX 250 jadi armada tentara Malaysia (bikesrepublic)

Kawasaki KLX 250 dijadikan armada baru tentara di Malaysia untuk jaga daerah perbatasan

Suara.com - Kawasaki turut berbangga dengan ditunjukkan motor mereka menjadi kendaraan dinas di Malaysia.

Dilansir dari Bikesrepublic, Kawasaki KLX 250 menjadi kendaraan dinas tentara Malaysia.

Motor garuk tanah ini akan digunakan sebagai bagian dari OP BENTENG yang sedang berlangsung.

Operasi ini dilakukan untuk mencegah masuknya orang asing yang masuk di daerah perbatasan secara ilegal.

Baca Juga: Berusia 110 Tahun, Nenek Tertua di Malaysia Ungkap Rahasia Panjang Umur

Langkah ini juga dilakukan demi meminimalisir penyebaran virus Covid-19.

Kawasaki KLX 250 ini terbilang beda dari yang lain. Pasalnya motor ini memiliki livery yang cukup unik.

Kawasaki KLX 250 jadi armada tentara Malaysia (bikesrepublic)
Kawasaki KLX 250 jadi armada tentara Malaysia (bikesrepublic)

Livery tersebut disesuaikan dengan motif army seperti seragam yang digunakan tentara Malaysia.

Tak cuma bodi saja yang menggunakan livery army. Namun pada bagian suspensi dan knalpotnya dibalut warna corak tentara.

Motor ini diserahkan secara langsung dari Managing Director Kawasaki Malaysia, Dato Jefry Lim kepada Jenderal Tan Sri Datuk Zamrose Mohd Zain.

Baca Juga: Butuh Bantuan, Dua Bocah Yatim di Malaysia Cari Ibu Kandung Orang Indonesia

Kawasaki KLX 250 jadi armada tentara Malaysia (bikesrepublic)
Kawasaki KLX 250 jadi armada tentara Malaysia (bikesrepublic)

Motor yang digunakan tentara Malaysia ini secara spesifikasi mirip dengan motor yang dijual di Indonesia.

Motor ini dibekali mesin satu silinder berkapasitas 249 cc DOHC berpendingin cairan.

Dengan mesin tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga hingga 21 dk dengan torsi maksimal 21 Nm.

Di Indonesia sendiri, motor ini dibanderol seharga Rp 65,1 juta On The Road (OTR) Jakarta.

Komentar