Derita Punya Tetangga yang Bikin Polisi Tidur Sembarangan, Pemotor dan Pemobil Pernah Jadi Korban

Yasinta Rahmawati, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 21 Maret 2022 | 17:39 WIB
Derita Punya Tetangga yang Bikin Polisi Tidur Sembarangan, Pemotor dan Pemobil Pernah Jadi Korban
Ilustrasi polisi tidur (Instagram/wkwkwlan_real)

Suara.com - Keberadaan polisi tidur (speed bump) banyak dijumpai di beberapa tempat, baik di jalan, pemukiman, dan jalan-jalan kecil.

Meskipun kadang terkesan mengganggu kelancaran saat mengemudi, speed bump ini dibuat untuk memperlambat laju kecepatan kendaraan sebagai keamanan saat berkendara.

Namun terkadang kehadiran polisi tidur bisa bikin pemotor ataupun pemobil celaka ketika melintas.

Seperti curhatan sender yang diunggah oleh akun Twitter @SeputarTetangga yang satu ini.

Dalam curhatannya tersebut, ia menyebutkan memiliki tetangga yang membuat polisi tidur tidak sesuai aturan.

Dalam pengakuannya, ia menyebut kalau tetangganya tersebut membuat 3 polisi tidur di gang yang desainnya tidak sesuai aturan.

Bahkan polisi tidur tersebut tidak ada kelandaiannya dan berbahan semen sehingga ketika pemotor dan pemobil melintas serasa naik anak tangga.

Beberapa pemotor dan pemobil kerap kesulitan melintas di polisi tidur yang dibuat oleh tetangganya tersebut. Motor dan mobil mereka kerap berhenti di sana serta tak bisa jalan.

Sender juga bercerita kalau dirinya kesusahan ketika hendak mengeluarkan mobilnya. Pasalnya polisi tidurnya tersebut berada tepat di pagar rumahnya.

baca juga
Tetangga bikin polisi tidur yang menyulitkan pemotor dan pemobil (Twitter)
Tetangga bikin polisi tidur yang menyulitkan pemotor dan pemobil (Twitter)

Ada juga kejadian seorang bapak-bapak marah karena polisi tidurnya jelek. Dan yang jadi sasaran kemarahan tersebut yakni adik dari sender.

Menurut pengakuan sender, tidak ada yang berani menegur tetangga yang membuat polisi tidur tersebut. Hal ini lantaran tetangganya tersebut memiliki bisnis kos-kosan yang besar.

Tetangga bikin polisi tidur yang menyulitkan pemotor dan pemobil (Twitter)
Tetangga bikin polisi tidur yang menyulitkan pemotor dan pemobil (Twitter)

Curhat ini pun mendapatkan tanggapan dari warganet di kolom komentar.

"Dulu di kampung sebelah ada juga polisi tidur yg tinggi banget. Motorku sering nyangkut rasanya kalo lewat polisi tidur itu. Tapi akhirnya dibongkar krn beberapa kali bikin orang jatuh, terakhir bikin rombong bakso jatuh. Emang gak enak kalo ada polisi tidur yg 'tidak biasa'," tulis @Ade****.

"Tipsnya pas lewatin polisi tidurnya berisikin aja. dulu di perum omku ada yg bikin polisi tidur mayan tinggi, tiap lewat situ sm omku selalu diberisikin di gas gas gitu mobilnya(apasi namanya) kebetulan emng mobil omku agak berisik. eh lama2 polisi tidurnya direndahin dong," celetuk @mal***.

Membuat polisi tidur tidak boleh sembarangan. Sudah ada aturan yang mengatur tentang polisi tidur ini.

Hal ini tercantum pada  Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas PM Perhubungan Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan.

Aturan mengenai polisi tidur tertulis pada Pasal 3 yang bunyinya:

(1) Alat pembatas kecepatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a digunakan untuk memperlambat kecepatan kendaraan berupa perunggian sebagian badan jalan dengan lebar dan
kelandaian tertentu yang posismya melintang terhadap badan jalan.

(2) Alat pembatas kecepatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), meliputi:
a. Speed Bump;
b. Speed Hump; dan
c. Speed Table.

(3) Speed Bump sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a berbentuk penampang melintang dengan spesifikasi sebagai berikut:
a. terbuat dari bahan badan jalan, karet, atau bahan lainnya yang memiliki kinerja serupa;
b. ukuran tinggi antara 5 cm sampai dengan 9 cm, lebar total antara 35 cm, sampai dengan 39 cm dengan kelandaian paling tinggi 50 persen
c. kombinasi warna kuning atau putih dan warna hitam berukuran antara 25 cm sampai dengan 50 cm (lima puluh sentimeter).

(4) Speed Hump sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b berbentuk penampang melintang dengan
spesifikasi sebagai berikut:
a. terbuat dari bahan badan jalan atau bahan lainnya yang memiliki kinerja serupa;
b. ukuran tinggi antara 8 cm sampai dengan 15 cm dan lebar bagian atas antara 30 cm sampai dengan 90 cm dengan kelandaian paling tinggi 15 persen.
c. kombinasi warna kuning atau putih berukuran 20 cm dan warna hitam berukuran 30 cm.

(5) Speed Table sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berbentuk penampang melintang dengan
spesifikasi:
a. terbuat dari bahan badan jalan atau blok terkunci dengan mutu setara K-300 untuk material permukaan Speed Table;
b. memiliki ukuran tinggi 8 cm sampai dengan 9 cm dan lebar bagian atas 660 cm dengan kelandaian paling tinggi 15 persen.
c. memiliki kombinasi warna kuning atau warna putih berukuran 20 cm dan warna hitam berukuran 30 cm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Pemotor Honda BeAT Ketemu Emaknya Sendiri di Tukang Tambal Ban, Kok Bisa Pas Gitu Ya?

Momen Pemotor Honda BeAT Ketemu Emaknya Sendiri di Tukang Tambal Ban, Kok Bisa Pas Gitu Ya?

Otomotif | Senin, 21 Maret 2022 | 16:14 WIB

Duh Apes! Orang ini Curhat Tetangga Bikin Tiga Polisi Tidur Tinggi Tanpa Aturan: Siksaan Buat Orang Lewat

Duh Apes! Orang ini Curhat Tetangga Bikin Tiga Polisi Tidur Tinggi Tanpa Aturan: Siksaan Buat Orang Lewat

News | Senin, 21 Maret 2022 | 13:12 WIB

Curhat Warganet Punya Tetangga yang Kerap Parkir Sembarangan di Depan Rumahnya, Motor Dipindah Malah Nyolot

Curhat Warganet Punya Tetangga yang Kerap Parkir Sembarangan di Depan Rumahnya, Motor Dipindah Malah Nyolot

Otomotif | Minggu, 20 Maret 2022 | 19:30 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×