Kota Solo Macet, Perlu Dikaji Pembuataan Jalan Lingkar atau Jalan Layang

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 16 Januari 2023 | 17:19 WIB
Kota Solo Macet, Perlu Dikaji Pembuataan Jalan Lingkar atau Jalan Layang
Presiden Joko Widodo meresmikan‎ Jalan Lingkar Utara atau Jalingkut Brebes-Tegal, Rabu (13/4/2022). Sebagai ilustrasi jalan lingkar [Suara.com/F Firdaus]

Suara.com - Belum lama ini, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menginginkan agar jalan lingkar segera dibangun. Infrastruktur itu dinilai mampu mengurangi kemacetan lalu lintas di Solo atau Surakarta.

Dikutip dari kantor berita Antara, di saat jam sibuk, sejumlah titik di Kota Solo terlihat kemacetan lalu lintas. Belum lagi, tumpukan kendaraan di beberapa perlintasan sebidang.

Kajian terkait kondisi lalu lintas di Kota Solo yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu memperlihatkan bahwa dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan kota itu akan menghadapi kepadatan lalu lintas yang cukup parah.

"Kalau trafiknya sudah terjadi stuck, inflasi, distribusi pangan, wisata akan terpengaruh sekali. Hati-hati sekali masalah trafik ini," jelas Mas Wali Gibran Rakabuming Raka, dalam suatu perbincangan.

Ketua INASPOC 2022 Gibran Rakabuming Raka. ANTARA/Aris Wasita
Gibran Rakabuming Raka [ANTARA/Aris Wasita]

Sebagai solusi, jalan lingkar dipandang mampu mengurai kemacetan sebelum terjadi kemacetan di beberapa titik, baik akses masuk dan ke luar Kota Solo, maupun yang ada di dalam kota.

Berbagai kegiatan, mulai dari hiburan, olah raga, hingga pertemuan yang diselenggarakan oleh sejumlah asosiasi berpotensi menimbulkan kemacetan di Kota Solo.

Jutaan orang bisa tumpah-ruah ke Solo yang hanya memiliki luas sekitar 44 km persegi, dengan penduduk lebih dari 500.000 orang. Oleh karena itu,
Pemerintah Kota Surakarta menyadari jalan lingkar hanya menjadi satu dari berbagai solusi dalam menghadapi kemacetan lalu lintas.

Meski begitu, solusi lain juga sudah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembangunan jalan layang atau flyover untuk menghilangkan kemacetan di wilayah perlintasan sebidang.

Untuk mengatasi berbagai persoalan di jalanan itu, pemerintah terus meningkatkan pelayanan publik, termasuk penyediaan kendaraan umum yang nyaman agar masyarakat lebih tertarik untuk beraktivitas dengan menggunakan kendaraan umum, daripada mereka menggunakan kendaraan pribadi.

baca juga

Dari hasil kajian yang pernah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surakarta, dengan pertumbuhan jumlah kendaraan yang mencapai 4 persen per tahun, diperkirakan pada 2031 Kota Solo akan mengalami kemacetan parah.

Situasi itu akan terjadi, bila pemerintah tidak melakukan perubahan apapun. Dinas Perhubungan Kota Surakarta mengeluarkan salah satu rekomendasi sebagai respons dari kajian tersebut, yakni menjadikan perlintasan sebidang diubah menjadi tidak lagi sebidang.

Dinas itu mencatat pada saat itu di Solo terdapat tujuh perlintasan sebidang. Meski demikian, saat ini jumlah tersebut sudah berkurang seiring dengan pembangunan jalan layang di Purwosari dan Manahan.

Selain itu, dalam waktu dekat ini viaduk Gilingan juga akan dibenahi. Perkembangan yang terbaru, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan tengah membuat rel layang sebagai solusi untuk menghapus perlintasan sebidang di kawasan Joglo Solo.

Di sisi lain, pemerintah juga terus meningkatkan pelayanan angkutan umum. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini lebih banyak naik kendaraan pribadi nantinya akan lebih tertarik untuk naik angkutan umum. Dampak positifnya adalah angka kemacetan lalu lintas dapat berkurang.

Bukan hanya di dalam kota, pengembangan kendaraan publik ini juga merambah hingga ke luar daerah. Jika di dalam kota ada Batik Solo Trans (BST), untuk angkutan antarkota ke depan akan ada TransJateng.

Mengingat untuk akses di Solo Raya saat ini belum ada transportasi publik yang bisa diandalkan, alhasil banyak pelaju dari luar daerah yang masih menggunakan mobil maupun sepeda motor pribadi. Oleh karena itu, aglomerasi diharapkan mampu menjadi solusi.

Menurut catatan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, semua hal itu yang dilakukan di negara maju di manapun atau kuncinya adalah penyediaan transportasi publik yang memadai.

Mengenai kemacetan di Solo saat ini, tidak lepas dari pertumbuhan kendaraan pribadi. Selain itu, hadirnya kendaraan logistik yang secara dimensi memakan banyak ruang, juga menjadi penyebab kemacetan.

Kendaraan pribadi menjadi penyebab kemacetan karena Solo sekarang tidak ada jalan lingkarnya, yaitu yang dari arah timur dan selatan.

Meski demikian, rupanya misi Pemerintah Kota Surakarta untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat bwlum tidak berjalan mulus. Sebab beberapa kepala daerah tetangga yang akan dilintasi jalan lingkar merasa keberatan dengan rencana pembangunan infrastruktur itu.

Sehingga perlu dikaji terkait alternatif rencana jalan lingkar. Seperti optimalisasi kendaraan publik dan pembangunan jalan layang, mampu mengurangi kepadatan jalan, akan lebih baik untuk diprioritaskan.

Jangan sampai pembangunan infrastruktur mengurangi lahan hijau yang masih produktif karena bukan tidak mungkin akan berdampak pada penurunan stok pangan di dalam negeri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

Gebrakan Angkutan Massal Jakarta: Lintasan LRT Dibidik 75 Kilometer dan Rute MRT Berlipat Ganda

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:16 WIB

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Sebuah Truk Terguling di Jalan Tol Dalam Kota Akibat Pecah Ban, Kernet Alami Luka-luka

Sebuah Truk Terguling di Jalan Tol Dalam Kota Akibat Pecah Ban, Kernet Alami Luka-luka

News | Jum'at, 11 September 2026 | 16:49 WIB

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Macet Jakarta Bikin Ekonomi Tekor Rp100 Triliun

Foto | Kamis, 03 September 2026 | 18:11 WIB

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:48 WIB

Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian

Menikmati Perjalanan: Alasan Aku Berhenti Mengarungi Kemacetan Sendirian

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 09:27 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

Jalan Kebon Sirih Menyempit Jadi Dua Lajur, Kemacetan Mengular Hampir 1 Kilometer

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:19 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Terkini

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Bukan Avanza, Deretan 6 Mobil Ini Berpeluang Jadi Ancaman untuk Mitsubishi Xpander: Kenapa?

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Erna dan Ari, Pasangan Atlet Disabilitas yang Tumbuh Bersama Lewat Warung Kelontong

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Bermodal Barcode Sakti Online dan Truk Siluman, Penimbun Solar Subsidi di Balam Diciduk di SPBU

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Kenapa Weton Pahing Tidak Boleh ke Gunung Kawi?

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Review Lagu 'Sederhana' Sheila On 7: Sindiran Buat si Paling Hobi Pamer

Review Lagu 'Sederhana' Sheila On 7: Sindiran Buat si Paling Hobi Pamer

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Dicopot Purbaya Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Luky Alfirman Kini Jadi Wamenkeu

Dicopot Purbaya Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Luky Alfirman Kini Jadi Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet yang Dilantik Prabowo, dari Menko hingga Kapolri

Daftar Lengkap Reshuffle Kabinet yang Dilantik Prabowo, dari Menko hingga Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Presiden Prabowo Lantik Listyo Sigit Jadi Kepala KSP, Posisi Kapolri Dijabat Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Lantik Listyo Sigit Jadi Kepala KSP, Posisi Kapolri Dijabat Suyudi Ario Seto

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Agus Gumiwang Tergeser, Kursi Menteri Perindutrian Kini Dipegang Sarmuji

Agus Gumiwang Tergeser, Kursi Menteri Perindutrian Kini Dipegang Sarmuji

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Produksi Toyota Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit Hingga Agustus 2026

Produksi Toyota Veloz Hybrid Tembus 15 Ribu Unit Hingga Agustus 2026

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:05 WIB

×