Mitsubishi Fuso Belum Tertarik Garap Pasar Bus Besar di Indonesia

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 08 Maret 2024 | 17:43 WIB
Mitsubishi Fuso Belum Tertarik Garap Pasar Bus Besar di Indonesia
Jajaran Management PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) di GIICOMVEC 2024. (Foto:Suara.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia mengungkap alasan tidak menghadirkan jajaran produk di segmen bus besar.

Disampaikan Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, saat ini Mitsubishi masih berfokus pada segmen LTD (light duty truck) untuk pasar Indonesia.

"Jadi saat ini seperti Canter Bus segmennya LTD, saat ini kita sedang fokus di segmen ini. Karena di segmen microbus enam ban, kalau Canter Bus itu di empat ban, alhamdulillah masih menjadi market," ujar Aji Jaya, di Jakarta, Jumat (8/3/2024).

"Kita masih fokus menggarap segmen bus yang di light duty truck, bus LTD, yang enam ban dan empat ban," sambungnya.

Namun demikian, Aji mengaku bukan berarti Mitsubishi Fuso tidak tertarik untuk menghadirkan produk di segmen bus besar.

Saat ini pihaknya masih dalam tahap mempelajari potensi yang ada untuk segmen tersebut.

"Kami masih mempelajari pasarnya dan juga secara internal melakukan studi bisnis di segmen ini. Kita masih fokus di segmen microbus di kelas empat ban dan lima ban. Di mana kita masih menjadi market leader di sana," ungkap Aji.

Mitsubishi Fuso sendiri saat ini turut ambil bagian dalam pameran otomotif khusus kendaraan niaga Gaikindo Indonesia Internasional Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2024, yang berlangsung di Jakarta Convention Center dari 7-10 Maret 2024.

Mitsubishi Fuso menampilkan 5 line up produk, diantaranya Light Duty Truck (LDT), FUSO Canter FE 71, Light Duty Truck (LDT) Fuso Canter Bus, Medium Duty Truck (MDT), FighterX FN61 FL (6x2) dengan total panjang kendaraan 12 meter, Tractor Head yaitu Fighter X FN62F HD TH (6x4), dan truk listrik eCanter.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Jadi Primadona Industri Wisata, Canter Bus dari KTB Hadirkan Kenyamanan Interior dan Eksterior bagi Penumpang

Bakal Jadi Primadona Industri Wisata, Canter Bus dari KTB Hadirkan Kenyamanan Interior dan Eksterior bagi Penumpang

Otomotif | Rabu, 06 Maret 2024 | 13:58 WIB

Mobil Diesel Sering Start Gunakan Gigi 2 Ternyata Miliki Dampak Buruk

Mobil Diesel Sering Start Gunakan Gigi 2 Ternyata Miliki Dampak Buruk

Otomotif | Minggu, 03 Maret 2024 | 17:50 WIB

Truk Listrik eCanter Siap Dirilis Meski Belum Ada Insentif Pemenrintah

Truk Listrik eCanter Siap Dirilis Meski Belum Ada Insentif Pemenrintah

Otomotif | Minggu, 03 Maret 2024 | 11:55 WIB

KTB Pertimbangkan Penggunaan Baterai Swap untuk Truk Listrik eCanter

KTB Pertimbangkan Penggunaan Baterai Swap untuk Truk Listrik eCanter

Otomotif | Jum'at, 01 Maret 2024 | 18:12 WIB

Melihat Kelebihan Fuso Canter Bus untuk Menjawab Kebutuhan Sektor Industri Pariwisata

Melihat Kelebihan Fuso Canter Bus untuk Menjawab Kebutuhan Sektor Industri Pariwisata

Otomotif | Kamis, 29 Februari 2024 | 19:58 WIB

Sasar Sektor Pariwisata, Fuso Canter Bus Ditargetkan Terjual 50 Unit Per Bulan

Sasar Sektor Pariwisata, Fuso Canter Bus Ditargetkan Terjual 50 Unit Per Bulan

Otomotif | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:32 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×