Akhir Era Dominasi, Mengapa Repsol Tinggalkan Honda?

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 10 September 2024 | 16:03 WIB
Akhir Era Dominasi, Mengapa Repsol Tinggalkan Honda?
Ilustrasi pembalap dari tim Repsol Honda (pixabay.com)

Suara.com - Selama tiga dekade, ikatan antara Repsol dan Honda telah menjadi simbol dominasi di ajang MotoGP. Namun, kisah sukses ini harus berakhir pada akhir musim 2024. Apa sebenarnya yang menyebabkan perpisahan antara dua raksasa dunia balap ini?

Dilansir dari Speedweek, salah satu faktor utama di balik keputusan Repsol adalah menurunnya performa Honda dalam beberapa tahun terakhir. Motor Honda RC213V yang dulunya menjadi senjata utama para pembalap seperti Marc Marquez, kini kesulitan bersaing dengan motor-motor rival.

Kegagalan Honda dalam beradaptasi dengan perubahan regulasi dan persaingan yang semakin ketat membuat tim kesulitan meraih kemenangan.

Keputusan Marc Marquez untuk pindah ke Ducati juga menjadi pukulan telak bagi Honda. Marquez, yang telah meraih banyak gelar juara bersama Honda, dianggap sebagai ikon dari tim tersebut. Kepergiannya membawa serta sejumlah sponsor yang mengikuti jejaknya.

Pembalap Tim Repsol Honda Marc Marquez merayakan pole position-nya di parc ferme selama kualifikasi MotoGP Jepang 2022 di Sirkuit Motegi, prefektur Tochigi pada 24 September 2022.Toshifumi KITAMURA / AFP.
Pembalap Tim Repsol Honda Marc Marquez merayakan pole position-nya di parc ferme selama kualifikasi MotoGP Jepang 2022 di Sirkuit Motegi, prefektur Tochigi pada 24 September 2022.Toshifumi KITAMURA / AFP.

Repsol, sebagai perusahaan energi, tengah bertransformasi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Keputusan untuk fokus pada pengembangan bahan bakar non-fosil sejalan dengan regulasi baru MotoGP yang mewajibkan penggunaan bahan bakar 100 persen bebas fosil pada tahun 2027.

Dengan demikian, Repsol mungkin melihat peluang yang lebih besar untuk mencapai tujuan bisnisnya di ajang balap motor lainnya.

Selain fokus pada energi bersih, Repsol juga dikabarkan akan semakin terlibat dalam ajang Formula 1. Dengan semakin populernya F1, Repsol melihat potensi besar untuk meningkatkan visibilitas merek mereka di panggung balap dunia.

Perpisahan antara Repsol dan Honda tentunya akan memberikan dampak yang signifikan bagi dunia MotoGP.

Warna oranye khas Repsol yang selama ini menjadi ikonik di ajang balap motor dunia kini akan menjadi kenangan. Selain itu, kepergian Repsol juga akan membuat Honda harus mencari sponsor baru yang mampu menandingi reputasi dan dukungan finansial yang diberikan oleh Repsol selama ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas BeAT! Motor Matic Taiwan Beri Ancaman, Cuma 18 Jutaan

Awas BeAT! Motor Matic Taiwan Beri Ancaman, Cuma 18 Jutaan

Otomotif | Selasa, 10 September 2024 | 10:35 WIB

Daftar Harga Honda Vario per September 2024, Lengkap dengan Spesifikasi

Daftar Harga Honda Vario per September 2024, Lengkap dengan Spesifikasi

Otomotif | Selasa, 10 September 2024 | 07:57 WIB

Potret Honda Spacy Reborn, Kembali dengan Desain Baru dan Fitur Canggih

Potret Honda Spacy Reborn, Kembali dengan Desain Baru dan Fitur Canggih

Otomotif | Selasa, 10 September 2024 | 07:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×