Kenapa Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus? Ini 5 Penyebab dan Solusinya

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 21 Januari 2025 | 21:00 WIB
Kenapa Kampas Rem Mobil Matik Cepat Aus? Ini 5 Penyebab dan Solusinya
Ilustrasi kampas rem. (Unsplash/ün LIU)

Suara.com - Pernah bertanya-tanya mengapa kampas rem mobil matik seperti memiliki "masa hidup" yang lebih singkat? Fakta mengejutkan mengungkapkan bahwa komponen vital ini harus pensiun dini pada kilometer 30.000-40.000, jauh lebih cepat dibanding "sepupu" manualnya yang masih gagah hingga 60.000 kilometer.

Lalu apa sih alasannya kenapa komponen tersebut berumur pendek. Mari kita kupas misteri di balik fenomena ini seperti dilansir dari Auto2000.

Pertama, mari berkenalan dengan "kebiasaan manja" pengemudi mobil matik. Ibarat seseorang yang lebih suka bersandar daripada berdiri tegak, kebanyakan dari kita lebih memilih menahan mobil dengan injakan rem ketimbang menggunakan rem tangan saat berhenti. Ditambah lagi dengan kebiasaan membiarkan tuas di posisi "D", kampas rem Anda praktis sedang melakukan "olahraga berat" tanpa henti!

Bicara soal olahraga, kampas rem mobil matik memang "atlet" yang super aktif. Berbeda dengan mobil manual yang memiliki engine brake sekuat binaragawan, mobil matik punya engine brake seringan petinju kelas bulu. Akibatnya? Setiap gerakan mobil, mulai dari melaju hingga berhenti, sangat bergantung pada kinerja rem. Bayangkan betapa lelahnya komponen ini bekerja sepanjang hari!

Yang lebih menarik lagi, pengemudi mobil matik seringkali "alergi" dengan posisi netral. Alih-alih melakukan pengereman bertahap dari jauh seperti pengemudi manual yang bijak, mereka cenderung melakukan "pengereman dadakan". Sayangnya, gaya mengemudi dramatis ini justru membuat kampas rem cepat lelah.

Tapi jangan khawatir! Ada "resep rahasia" untuk memperpanjang usia kampas rem kesayangan. Mulailah membiasakan diri menggunakan posisi "N" saat mendekati lampu merah, lakukan pengereman bertahap dan jadikan rem tangan sebagai sahabat setia saat berhenti.

Dengan mengadopsi kebiasaan berkendara yang lebih cerdas ini, kalian tidak hanya menghemat kantong dari biaya perawatan yang mengejutkan, tetapi juga memastikan mobil kesayangan tetap prima dalam setiap perjalanan. Ingat, merawat kampas rem bukan sekadar masalah penghematan - ini adalah investasi untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Mahalini Pamit Bikin Warganet Salfok Sama Koleksi Mobil Mewah Sule: Mobil Viral Semua

Momen Mahalini Pamit Bikin Warganet Salfok Sama Koleksi Mobil Mewah Sule: Mobil Viral Semua

Otomotif | Selasa, 21 Januari 2025 | 16:20 WIB

BYD Kuasai 46 Persen Pasar Mobil Listrik di Indonesia Meski Berstatus Pendatang Baru

BYD Kuasai 46 Persen Pasar Mobil Listrik di Indonesia Meski Berstatus Pendatang Baru

Otomotif | Selasa, 21 Januari 2025 | 13:44 WIB

Menteri Dikti Satryo Soemantri Tak Bisa Macam-Macam, Mobil RI 25 Ternyata Punya Fitur 'Satpam', Apa Itu?

Menteri Dikti Satryo Soemantri Tak Bisa Macam-Macam, Mobil RI 25 Ternyata Punya Fitur 'Satpam', Apa Itu?

Otomotif | Selasa, 21 Januari 2025 | 14:02 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×