Kisah Mobil Anti-Bensin Henry Ford, Penenggak Bahan Bakar Etanol Pertama di Dunia

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 11 November 2025 | 15:35 WIB
Kisah Mobil Anti-Bensin Henry Ford, Penenggak Bahan Bakar Etanol Pertama di Dunia
Mobil Rami temuan Henry Ford, 100 persen minum etanol murni (Financial Express)
baca 10 detik
  • Henry Ford menciptakan mobil dari tanaman yang minum bahan bakar nabati 80 tahun lalu.
  • Inovasi brilian ini sengaja dijegal oleh lobi industri minyak, plastik, dan regulasi pemerintah.
  • Kisah kegagalannya menjadi cermin dan pelajaran penting bagi program bioetanol Indonesia saat ini.

Suara.com - Di tengah gencarnya kampanye bioetanol di Indonesia untuk lepas dari jerat impor BBM, sebuah cerita dari 80 tahun lalu kembali menjadi sangat relevan.

Ini adalah kisah tentang Henry Ford, sang visioner otomotif, dengan mobilnya yang terdengar seperti fiksi ilmiah: bodinya terbuat dari tanaman, bahan bakarnya pun dari tanaman.

Jauh sebelum isu emisi karbon dan pemanasan global menjadi momok, Ford sudah punya jawabannya, namun inovasi radikalnya sengaja 'dibunuh' oleh kekuatan besar.

Kisah tragisnya adalah sebuah cermin peringatan bagi perjuangan Indonesia hari ini.

Mobil dari Ladang, Bukan Tambang

Pada 13 Agustus 1941, Henry Ford memperkenalkan sebuah prototipe yang mengguncang dunia.

Bodinya bukan dari baja yang berat, melainkan dari bioplastik hasil ramuan serat rami, gandum, dan bahan nabati lainnya.

Hasilnya adalah sebuah mobil yang 453 kg lebih ringan dari mobil baja seukurannya, namun diklaim sepuluh kali lebih kuat. Ford bahkan membuktikannya dengan menghantamkan palu godam ke bodi mobil itu, yang memantul tanpa meninggalkan penyok sedikit pun.

Keajaiban tidak berhenti di situ. "Dapur pacunya" dirancang untuk menenggak etanol murni yang disuling dari rami atau hasil pertanian lain, sebuah konsep yang kini kita kenal sebagai bioetanol.

baca juga

Ford pernah berkata:

"Mengapa menggunakan hutan, yang membutuhkan waktu berabad-abad untuk dibuat... jika kita bisa mendapatkan produk yang setara dalam pertumbuhan tahunan ladang rami?"

Ucapan visioner Ford delapan dekade lalu kini terdengar sangat familiar dengan ambisi Indonesia mendorong Pertamax Green 95 dan program bioetanol lainnya.

Ilustrasi bahan bakar campuran etanol 10 persen vs 85 persen (Suara x Gemini)
Ilustrasi bahan bakar campuran etanol 10 persen vs 85 persen (Suara x Gemini)

Lantas, Mengapa Mobil Ini Lenyap?

Jika idenya begitu brilian dan relevan, mengapa kita tidak pernah melihat mobil ini di jalanan?

Jawabannya bukanlah karena teknologinya gagal. Mobil rami Ford gagal karena berhadapan langsung dengan "tembok" kepentingan raksasa industri yang merasa terancam.

  • Jegal Regulasi:

"Marihuana Tax Act" tahun 1937 secara efektif membunuh industri rami di Amerika, padahal rami untuk industri sama sekali berbeda dengan ganja untuk rekreasi.

  • Lobi Industri Raksasa:

Banyak sejarawan menunjuk lobi kuat dari industri perminyakan, industri plastik berbasis minyak bumi (seperti DuPont dengan nilonnya), dan industri kertas sebagai dalang utama di balik regulasi tersebut. Mereka melihat rami sebagai ancaman mematikan bagi bisnis mereka.

  • Momentum yang Hilang:

Perang Dunia II akhirnya mengubur mimpi mobil nabati ini dalam-dalam, karena fokus industri beralih total ke produksi mesin perang yang rakus akan baja dan minyak bumi.

Pelajaran untuk Bioetanol Indonesia

Kisah mobil rami Ford adalah sebuah pelajaran mahal. Ia membuktikan bahwa inovasi energi bersih sehebat apa pun akan selalu berhadapan dengan kepentingan lama yang sudah mapan.

Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan ekosistem bioetanol—mulai dari pasokan bahan baku tebu hingga persaingan dengan industri lain—adalah gema dari pertarungan yang dihadapi Ford puluhan tahun silam.

Pertanyaannya kini, bisakah Indonesia belajar dari sejarah dan berhasil di mana Henry Ford pernah dijegal?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Beli Bensin Pakai Drum Bikin Publik Suudzon: Ternyata Demi Keselamatan Umum

Polisi Beli Bensin Pakai Drum Bikin Publik Suudzon: Ternyata Demi Keselamatan Umum

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 13:52 WIB

Gebrakan Oktober 2025: BYD Masuk Top 3! Salip Raksasa Jepang Jadi Mobil Terlaris, Kok Bisa?

Gebrakan Oktober 2025: BYD Masuk Top 3! Salip Raksasa Jepang Jadi Mobil Terlaris, Kok Bisa?

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 13:20 WIB

Komitmen Mobil Lubricants Lindungi Konsumen Setia

Komitmen Mobil Lubricants Lindungi Konsumen Setia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 11:52 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×