- Bandung jadi kota termacet 2025 dengan tingkat kemacetan mencapai 64 persen.
- Waktu terbuang di jalanan Medan dan Bandung tembus 100 jam per tahun.
- 3Jakarta turun ke posisi kedua meski pengguna jalan kehilangan 98 jam setahun.
Suara.com - Siapa sangka, predikat kota dengan kemacetan terparah di Indonesia pada tahun 2025 bukan dipegang oleh Jakarta. Berdasarkan laporan terbaru TomTom Traffic Index 2025, peta kemacetan di tanah air menunjukkan pergeseran yang mengejutkan, di mana waktu tempuh saat jam sibuk semakin menguras kesabaran pengendara.
Data ini mengukur kondisi lalu lintas perkotaan dengan membandingkan waktu tempuh saat jam sibuk melawan kondisi jalanan lengang.
Hasilnya? Jarak tempuh kendaraan dalam 15 menit bisa berkurang hampir setengahnya saat periode padat.
Berikut adalah 5 kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Indonesia berdasarkan data terbaru:
![Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Rabu (10/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/10/78749-macet-di-jalan-tb-simatupang-kemacetan-di-jalan-tb-simatupang-macet-jakarta.jpg)
1. Bandung (Juara Kemacetan Nasional)
Di luar dugaan, Bandung menempati posisi teratas sebagai kota termacet di Indonesia pada 2025. Tingkat kemacetannya melonjak hingga 64 persen.
Bagi Anda warga Bandung, rasanya wajar jika sering merasa tua di jalan. Data mencatat waktu yang hilang saat jam sibuk mencapai 101 jam per tahun bagi setiap pengguna jalan.
Kemacetan parah ini dipicu oleh kombinasi aktivitas perkotaan yang padat, serbuan wisatawan, serta pertumbuhan kendaraan pribadi yang tak terbendung. Struktur jalan yang sempit dan terbatas di beberapa kawasan membuat arus kendaraan mudah terkunci, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.
2. Jakarta (Posisi Runner-up)
Baca Juga: Tumpahan Tanah Tutupi Jalan, Lalu Lintas Simpang Lima Senen Macet Parah
Ibu kota negara harus rela turun ke posisi kedua dengan tingkat kemacetan 60 persen. Meski bukan nomor satu, penderitaan pengguna jalan di Jakarta tetap nyata. Rata-rata waktu yang hilang mencapai 98 jam per tahun selama jam sibuk. Angka ini mencerminkan betapa kompleksnya mobilitas di pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, di mana volume kendaraan tak sebanding dengan kapasitas jalan.
3. Medan (Terpadat di Sumatra)
Medan mengukuhkan diri di peringkat ketiga kota termacet di Indonesia sekaligus yang terpadat di Pulau Sumatra. Tingkat kemacetannya tercatat sebesar 54 persen. Yang mengejutkan, waktu terbuang di jalanan Medan justru lebih tinggi dari Jakarta, yakni mencapai 104 jam per tahun.
4. Palembang
Menyusul Medan, Palembang menempati posisi keempat dengan tingkat kemacetan 53 persen. Kepadatan di kota pempek ini sangat dipengaruhi oleh pergerakan masif kendaraan dalam kota ditambah dengan minimnya jalur alternatif yang memadai saat jam-jam sibuk menyerang.
5. Surabaya