Suara.com - Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia hingga kini menjadi penguasa takhta tertinggi Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) sekaligus mobil keluarga di Tanah Air.
Sepanjang hadir di pasar mobil Indonesia, kedua mobil tersebut berhasil merebut konsumen dengan branding sebagai mobil keluarga, performa yang mumpuni, dan harganya yang ramah di kantong konsumen menengah ke bawah.
Namun, ada satu sisi gelap dari Avanza dan Xenia terutama untuk unit bekas.
Avanza dan Xenia bekas tak jarang menunjukkan beberapa penyakit yang sering kambuh. Apalagi, saat keduanya dipakai hingga ratusan kilometer.
Penyakit-penyakit tersebut menjadi momok para pemilik mobil.
Alhasil mereka yang masih setia pakai Avanza dan Xenia bekas harus selalu peka terhadap mobil mereka dan mengambil langkah sebagai solusi.
Lantas, apa saja penyakit dari kedua 'Raja MPV' Tanah Air tersebut? Bagaimana cara paling cepat mengatasinya?
1. Kaki-kaki suka 'konser' (Berisik)
Avanza-Xenia dikenal punya suspensi yang agak keras.
Setelah 100 ribu km, biasanya muncul bunyi gluduk-gluduk saat lewat jalan rusak. Bunyi tersebut menjadi tandanya komponen shockbreaker, bushing arm, atau tie rod sudah mulai aus.
Solusi
- Jangan cuma ganti satu sisi. Sebaiknya ganti satu set (kanan-kiri) untuk shockbreaker agar keseimbangan mobil tetap terjaga.
- Pastikan juga melakukan spooring dan balancing ulang setelah perbaikan.
2. Mesin "Ngik-Ngik" (Fan belt kering atau retak)
Kalau pemilik mendengar suara decitan seperti tikus saat mesin baru dinyalakan, itu biasanya ulah fan belt yang sudah getas atau kendur.
Kala mencapai angka 100 ribu km, karet ini biasanya sudah mulai retak karena panas mesin yang konstan.
Solusi