Suara.com - Pekan Mudik Lebaran 2026 telah tiba, masyarakat yang hendak bepergian ke kampung halaman perlu mengetahui kapan waktu terbaik untuk balik.
Puncak arus mudik dan arus balik 2026 sedikit berbeda dari sebelumnya, bukan sekedar lonjakan jumlah kendaraan pribadi yang melintas di jalan tol dan jalan nasional.
Tetapi juga periode puncak arus mudik maupun arus balik yang terjadi dua gelombang. Hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh jadwal libur sekolah dan cuti bersama yang tergolong panjang.
Sebelum memutuskan mudik, ada baiknya mengetahui puncak arus mudik serta arus balik. Supaya pemudik tidak terjebak kemacetan atau kepadatan di ruas jalan tol maupun jalan nasional.
Dengan demikian perjalanan menuju kampung halaman untuk kumpul bersama keluarga dan sanak saudara dalam merayakan momen Hari Raya Idul Fitri 2026 akan nyaman serta aman.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026
Dalam keterangannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan puncak arus balik 2026 maupun arus mudik masing-masing terjadi dua kali.
Pola tersebut bisa terjadi karena pengaruh dari kebijakan pemerintah yang menerapkan work from anywhere (WFH) sebelum momen hari raya tiba.
Bahkan, periode tersebut juga berdekatan momen Hari Raya Nyepi. Maka tidak mengherankan jika ada pengaturan khusus terkait penyeberangan Jawa Timur-Bali maupun sebaliknya.
Periode puncak arus mudik lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang antara lain:
- Gelombang pertama terjadi pada 14 sampai 15 Maret 2026.
- Gelombang kedua akan berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Selanjutnya, prediksi puncak arus balik lebaran 2026 juga terjadi dua gelombang yang terdiri dari:
- Gelombang pertama terjadi pada 24 sampai 25 Maret 2026.
- Gelombang kedua berlangsung pada 28 hingga 29 Maret 2026.
Selain mengetahui periode puncak arus mudik dan arus balik, pemudik juga perlu memahami titik rawan macet. Supaya lebih siap serta meminimalkan dampak negatif saat perjalanan.
Titik Rawan Macet
Melansir dari penjelasan Dirgakkum Korlantas Polri, Faizal menuturkan bahwa Kepolisian telah memetakan beberapa titik rawan macet. Dimana lokasi tersebut? Berikut rincian singkatnya.
- Tol Jakarta-Cikampek, lokasinya berada pada km 47 sampai 49.
- KM 110 Tol Jakarta-Cikampek karena adanya penyempitan dari tiga menjadi dua jalur.
- Sekitaran gerbang tol Kalihurip dan kawasan pasteur.
- Kawasan Nagreg serta Limbangan.
- Gerbang Tol Kalikangkung dan kawasan Jatingaleh.
- Tol Jakarta-Merak KM 50 arah Merak, khususnya saat hujan akan banyak genangan air.
Rekayasa Lalu Lintas
Kepadatan kendaraan akibat arus mudik dan arus balik, telah diantisipasi oleh pihak Kepolisian serta pihak-pihak terkait lainnya.
Ada beberapa langkah dalam rekayasa lalu lintas yang meliputi penerapan sistem satu arah atau one way, contra flow, delay system.
Rekayasa lalu lintas diterapkan secara dinamis dengan mengkombinasikan teknologi pemantauan data realtime. Tidak berhenti sampai disitu saja, masih ada lagi skema pengamanan Operasi Ketupat, kendaraan truk akan dibatasi kecuali untuk mengangkut bahan kebutuhan pokok maupun BBM.
Waktu Berangkat Paling Diminati Pemudik
Pemudik ternyata mempunyai waktu keberangkatan favorit yang berpotensi menambah kepadatan pada beberapa titik, sehingga Anda bisa menyiasatinya untuk tidak berangkat pada jam tertentu.
Pemudik umumnya memilih waktu tertentu untuk pulang pergi ke kampung halaman, yakni pagi hari setelah sholat subuh dan malam hari selepas sholat isya.
Sehingga, pemudik diharapkan untuk bisa memilih alternatif waktu berangkat terbaik. Supaya tidak terkena efek macet akibat penumpukan jumlah kendaraan pada saat bersamaan.
Sebagai tambahan informasi, pihak kepolisian akan menerapkan skema pengamanan yang meliputi Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari mulai 13 sampai 15 Maret 2026.
Selanjutnya, ada juga gelar pasukan yang dilaksanakan pada 12 Maret 2026.
Kontributor : Damayanti Kahyangan