- Total biaya kepemilikan mobil listrik BYD ternyata lebih murah dibanding bensin selama sepuluh tahun.
- Pengeluaran energi dan servis EV jauh lebih hemat meski ditambah biaya pasang charger rumah.
- Brio menang telak di urusan harga jual kembali dibandingkan EV yang masih belum terprediksi.
Suara.com - Bayangkan Anda komuter Jabodetabek dengan bajet terbatas yang sedang mencari perbandingan antara Honda Brio bensin dan mobil listrik mungil BYD Atto 1. Di artikel ini, kita tidak hanya membahas spesifikasi, tetapi juga menghitung total biaya kepemilikan selama sepuluh tahun ke depan.
Bagi Anda yang tinggal di Bekasi dan bekerja di Jakarta, rutinitas menempuh jarak 50 km setiap hari ditambah jalan-jalan akhir pekan dan mudik tahunan adalah makanan sehari-hari.
Jika ditotal, mobil Anda akan menempuh sekitar 20.000 km per tahun. Dengan pola pemakaian "kuli" seperti ini, memilih kendaraan yang efisien untuk jangka panjang adalah harga mati. Mari kita bedah perhitungannya secara end-to-end!
Harga Beli dan Modal Awal
![Honda Brio Satya S CVT dijual seharga Rp 183,5 juta. Diluncurkan di awal 2026. [Dok HPM]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/20/80070-honda-brio-satya.jpg)
Sebagai perbandingan head-to-head, kita mengambil Honda Brio Satya E CVT (LCGC) dengan harga OTR sekitar Rp202,5 juta.
Di sisi lain, BYD Atto 1 Dynamic hadir sebagai penantang dari kubu EV dengan harga sedikit di bawah Brio.
Namun, ada biaya ekstra bagi pembeli EV. Jika Anda belum memiliki home charger, Anda harus menyiapkan dana sekitar Rp15 juta.
Biaya ini sudah mencakup pembelian wall charger, instalasi sekring, grounding, sertifikasi, hingga pasang daya baru PLN 7.700 VA. Dalam hal kepraktisan awal, Brio jelas menang karena tinggal isi bensin dan jalan.
Adu Boncos: Biaya Energi dan Servis (Asumsi 10 Tahun)

Di sinilah letak perbedaan kasta yang sesungguhnya. Honda Brio dengan konsumsi bahan bakar 16,9 km/liter (Pertamax Rp12.500/liter) akan menguras kantong Anda sebesar Rp148 juta selama 10 tahun.
Bagaimana dengan BYD Atto 1? Dengan konsumsi listrik 8,8 km/kWh dan tarif listrik rumah Rp2.000/kWh, Anda hanya perlu keluar modal Rp41 juta untuk 10 tahun.
Selisih biaya energinya saja mencapai lebih dari Rp100 juta!
Lanjut ke biaya servis berkala. Perawatan mobil bensin tentu lebih kompleks (ganti oli, filter, bersihkan throttle body).
Estimasi biaya servis Brio selama 10 tahun menyentuh angka Rp22,3 juta. Sebaliknya, perawatan mobil listrik jauh lebih simpel. Servis BYD Atto 1 untuk periode yang sama diperkirakan hanya memakan biaya sekitar Rp10 juta.
Beban Pajak vs Harga Jual Kembali
Pemerintah saat ini sangat memanjakan pemilik kendaraan listrik. BYD Atto 1 menikmati tarif pajak 0%, yang artinya Anda bebas biaya pajak tahunan.
Bandingkan dengan Honda Brio yang menuntut setoran pajak sekitar Rp3,1 juta per tahun (total Rp31 juta dalam 10 tahun untuk area Jakarta).
Namun, keadaan berbalik saat kita bicara resale value (harga jual kembali). Honda Brio dikenal memiliki purna jual yang sangat kuat. Diprediksi, Brio berusia 10 tahun masih laku dijual di kisaran Rp118,5 juta.
Lalu bagaimana dengan EV? Karena usianya masih seumur jagung di Indonesia, harga bekas mobil listrik berusia 10 tahun masih menjadi misteri.
Untuk skenario terburuk, mari kita asumsikan harganya menjadi nol rupiah, alias mobilnya tidak laku dijual dan akhirnya Anda sumbangkan atau alih fungsikan sebagai power bank rumah berjalan.
Hasil Akhir: Siapa Pemenangnya?
Setelah menjumlahkan semua komponen (Harga Beli + Modal Charger + Energi + Servis + Pajak) lalu dikurangi dengan Estimasi Harga Jual Kembali, ini dia angka final pengeluaran Anda selama 10 tahun:
- Honda Brio: Rp286.112.500
- BYD Atto 1: Rp261.000.000
Mengejutkan, bukan? Meskipun kita menganggap mobil listrik tersebut tidak memiliki harga jual sama sekali di tahun ke-10, secara total Total Cost of Ownership (TCO), BYD Atto 1 masih lebih murah sekitar Rp25 jutaan dibandingkan Honda Brio.
BYD Atto 1 adalah pemenang mutlak jika Anda adalah tipe pengemudi dengan mobilitas sangat tinggi dan berencana "menyiksa" mobil tersebut hingga batas maksimal tanpa memikirkan harga jual kembali.
Semakin jauh Anda berkendara, semakin terasa hematnya.
Namun, kendaraan listrik belum tentu cocok untuk semua orang. Jika Anda berencana mengganti mobil sebelum usia 10 tahun, ragu dengan infrastruktur charging, dan sangat mementingkan nilai jual kembali, maka meminang Honda Brio Bensin tetaplah keputusan yang paling masuk akal dan aman untuk dompet Anda.