Suara.com - Mobil bekas Rp50 jutaan masih layak dimiliki untuk kebutuhan transportasi harian di semua kalangan, baik itu keluarga kecil maupun pekerja. Selain harga terjangkau, spesifikasi, sparepart, serta biaya perawatannya juga murah.
Ada beberapa pilihan mobil bekas Rp50 jutaan yang awet untuk jangka panjang, modelnya populer dan tangguh, tidak bikin anggaran jebol. Kendaraan tersebut umumnya dimiliki oleh brand otomotif Jepang keluaran tahun 1998 sampai 2010.
Mobil bekas keluaran produsen Jepang tersebut memang sudah lama unggul dalam performa, desain, harga dan biaya perawatan. Bahkan besaran pajaknya juga masih terjangkau.
Bagi Anda yang penasaran apa saja brand mobil bekas 50 jutaan yang awetnya kebangetan? Berikut pilihannya yang masih layak dibeli.
1. Toyota Kijang Kapsul 1997-2004

Toyota Kijang Kapsul keluaran tahun 1997 sampai 2004 termasuk MPV Indonesia yang tangguh, nyaman, punya harga stabil.
Anda bisa membelinya pada harga Rp40 juta sampai Rp70 jutaan untuk keluaran tahun 1997 hingga 2000, sedangkan Kijang Kapsul tahun 2001 sampai 2004, harganya Rp60 jutaan ke atas.
Mobil ini mempunyai dua varian mesin yaitu 1.8L (bensin) dan 2.4L (diesel) yang sangat kuat, perawatan minimal dan tidak mudah rewel.
Kabin lega dan nyaman, mampu menampung 7 sampai 8 orang dilengkapi suspensi empuk.
Selain itu, suku cadang juga melimpah sangat mudah diperoleh di bengkel mana saja dengan harga terjangkau. Bahkan, semua bengkel bisa menerima untuk perawatan mobil.
2. Toyota Avanza 2004-2007

Toyota Avanza bekas generasi pertama ini mempunyai banyak peminat sampai sekarang, karena fungsionalitas, daya tahan serta harga selalu terjangkau.
Harga beli mobil mulai Rp50 juta sampai Rp70 juta dengan berbagai keunggulan seperti mesin bandel dan efisien, karena memakai tipe K3-VE, 1300cc, DOHC, VVT-i yang sangat bertenaga tapi irit bahan bakar.
Mesin tersebut terbukti tangguh, minim masalah, bisa untuk pemakaian harian dalam dan luar kota.
Meskipun keluaran generasi pertama, mobil ini sudah menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD) yang terbukti handal saat melewati jalan menanjak dan mengangkut beban berat.
Kabin lega dan fungsional mampu menampung 7 orang dengan konfigurasi tempat duduk 3 baris.
Perawatannya mudah dan murah, termasuk suku cadang mobil juga berlaku demikian. Selain itu, fiturnya juga memadai menggunakan power steering, tersedia double blower pada kabin.
3. Daihatsu Xenia 1.0 2004-2007

Daihatsu Xenia tipe tersebut merupakan mobil keluarga paling populer di Indonesia yang mempunyai harga terjangkau serta biaya perawatan juga rendah.
Harga belinya mulai Rp50 juta hingga Rp70 jutaan dengan berbagai keunggulan yang menyertainya mulai dari penggunaan mesin 1000 cc, 3 silinder sangat irit dalam pemakaian bahan bakar.
Suku cadang mudah, harga cenderung stabil, mampu mengangkut 7 penumpang, mempunyai performa cukup baik untuk mengarungi jalanan perkotaan.
Torsi cukup baik pada putaran bawah, mesin 1000 cc terasa sangat lincah untuk posisi stop and go menghadapi kemacetan jalanan perkotaan.
4. Suzuki Karimun Kotak 1999-2006

City car legendaris ini masih saja laris manis di pasaran mobil bekas karena hemat pemakaian BBM, kabin lapang, perawatan mudah, suku cadang melimpah.
Selain itu, harga beli Suzuki Karimun Kotak mulai Rp35 juta hingga Rp75 juta, yang mana mempunyai aneka keunggulan.
Mulai dari desain boxy yang mampu memberikan headroom serta legroom lega dan luas, meskipun tampilan luar tampak kecil.
Mesin bandel serta irit karena memakai tipe 1.0L (970cc), yang mana setara dengan Katana/Carry 1.0. Selain itu, dimensi kompak sangat lincah untuk manuver di jalanan perkotaan padat.
5. Toyota Soluna 2000-an

Sedan legendaris yang punya banyak peminat ini mempunyai kisaran harga beli per unit bekas sekitar Rp30 juta sampai Rp60 juta.
Mesinnya tangguh dan bertenaga karena memakai tipe 5A-FE 1,5L, 4 cylinder, 16 valve, twin cam EFI, 94 HP yang minim masalah.
Pemakaian bahan bakar cenderung irit berkat dukungan sistem injeksi (EFI). Bahkan, handling termasuk lincah karena body mobil ringan. Sehingga tarikannya responsif serta stabil untuk melakukan manuver
Kontributor : Damayanti Kahyangan