Negara Asia Tenggara Alami Krisis BBM, Antrean Berjam-jam hingga Sekolah Diliburkan

Manuel Jeghesta Nainggolan, Michele Alessandra Amabelle

Sabtu, 04 April 2026 | 17:10 WIB
Negara Asia Tenggara Alami Krisis BBM, Antrean Berjam-jam hingga Sekolah Diliburkan
Ilustrasi krisis bbm. (freepik)
baca 10 detik
  • Krisis BBM Asia Tenggara, terutama Laos, dipicu terganggunya jalur impor minyak akibat konflik geopolitik.
  • Laos mengambil langkah drastis membatasi hari sekolah menjadi tiga hari per minggu untuk hemat energi.
  • Thailand tertekan oleh lonjakan permintaan domestik sembari berupaya menjaga stabilitas harga melalui subsidi BBM.

Suara.com - Krisis BBM (bahan bakar minyak) mulai terasa di wulayah Asia Tenggara, khususnya Laos yang jadi salah satu negara paling terdampak.

Terganggunya jalur pengiriman minyak akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat membuat pasokan tersendat, padahal Laos sangat bergantung pada impor BBM dari Thailand.

Di Laos, warga harus antre berjam-jam di SPBU hanya untuk mendapatkan setengah tangki BBM dengan harga yang sudah jauh lebih mahal.

Pemerintah setempat bahkan mengambil langkah ekstrim dengan memangkas hari sekolah menjadi tiga hari seminggu demi menekan konsumsi bahan bakar.

“Situasinya benar-benar parah di Luang Prabang. Sekarang pembayaran juga harus tunai. Jadi saat menunggu selama lima jam, saya harus minta istri bawakan uang dan makanan,” ujar Chantee Sipaseuth, seorang sopir tur wisata, dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (28 Maret 2026).

Thailand yang menjadi pemasok utama BBM untuk Laos pun jadi menghadapi lonjakan permintaan dan kepanikan masyarakat.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul juga mengingatkan bahwa pemerintah siap memberikan hukuman keras bagi siapa pun yang menimbun atau menaikkan harga BBM secara tidak wajar. 

Di saat yang bersamaan, pemerintah Thailand masih menggelontorkan subsidi besar agar harga tetap stabil meski tekanan suplai terus meningkat.

Sementara itu, Myanmar mengalami situasi serupa. Pemerintah mulai membatasi jumlah kendaraan yang boleh beroperasi dan meminta sebagian pegawai negeri untuk bekerja dari rumah. Warga pun juga mengeluhkan biaya mobilitas yang semakin tinggi.

baca juga

Selain itu, negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Kamboja dan Vietnam juga ikut terdampak.

“Harganya terus naik sejak perang dimulai. Sudah terlalu mahal dan makin buruk tiap hari,” kata Daniel Gech, pelajar sekaligus pekerja paruh waktu di Kamboja.

Jika kondisi geopolitik ini tak kunjung mereda, sektor transportasi, pariwisata, hingga logistik yang membutuhkan pasokan BBM diperkirakan akan ikut terganggu dalam beberapa bulan ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:48 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:18 WIB

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52 WIB

Terkini

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Kinerja Pegadaian Dapat Apresiasi Presiden Prabowo dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:10 WIB

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

Puan Maharani Jawab Pujian Prabowo: PDIP Siap Bahu-Membahu Dukung Pemerintah Selama Demi Rakyat

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:02 WIB

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

PT DSI Bisa Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Ekspor, Asal Transparan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

DPR Sayangkan Prabowo Tak Singgung Kesejahteraan Guru di Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam

Marbot Masjid di Cilacap Cabuli 24 Anak, Korban Dipaksa Sumpah Alquran Supaya Bungkam

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya

Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×