- Kenaikan harga BBM bisa disiasati dengan memilih mobil yang efisien dan aman minum Pertalite.
- Teknologi ECU pintar pada mobil modern mencegah mesin ngelitik meski menenggak bensin oktan 90.
- Honda Brio, Toyota Agya, hingga Suzuki Ignis terbukti sangat irit dan ramah di kantong.
![Toyota Agya. [Dok. Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/06/11/62677-toyota-agya.jpg)
Sejak dulu, Toyota Agya sudah dikenal sebagai "mobil tempur" favorit orang Indonesia. Generasi terbarunya dibekali mesin dengan efisiensi termal yang ciamik.
Membawa DNA ketangguhan Toyota, komponen internal mesin dan ECU pada Agya memang sudah disetel adaptif dengan karakter bensin di Tanah Air.
Selain biaya servisnya yang murah meriah, keiritannya bikin Anda bakal jarang mampir ke pom bensin.
4. Daihatsu Ayla

Sebagai saudara kembar Agya, Daihatsu Ayla menawarkan kepraktisan serupa namun biasanya punya banderol harga yang sedikit lebih miring.
Mau pilih varian mesin 1.0L atau 1.2L, dua-duanya jago soal efisiensi. Kompresi mesinnya sudah dikalibrasi sedemikian rupa supaya pembakaran bensin oktan 90 tetap maksimal.
Torsinya pas banget buat kondisi stop and go di perkotaan tanpa bikin mesin ngos-ngosan.
5. Suzuki Ignis

Membawa gaya Urban SUV yang unik, Suzuki Ignis membuktikan kalau tampang gagah gak harus rakus bensin. Di balik kapnya, ada mesin K12M 1.2L.
Meskipun rasio kompresinya cukup tinggi di angka 11:1, Suzuki mengakakalinya lewat sistem VVT (Variable Valve Timing) dan pemetaan ECU khusus yang bikin mesinnya toleran dengan Pertalite.
Banyak pengguna membuktikan Ignis sanggup meraih angka konsumsi bahan bakar 21-23 km/liter di rute lancar atau jalan tol.