Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China

Manuel Jeghesta Nainggolan

Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB
Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China
Logo Nissan. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Nissan melakukan restrukturisasi besar dengan mengurangi 900 tenaga kerja serta memangkas operasional pabrik di wilayah Eropa.
  • Keputusan efisiensi diambil akibat krisis keuangan dan penurunan penjualan drastis sebesar 13,3 persen di Inggris Raya.
  • Manajemen Nissan menjajaki peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan kapasitas produksi pabrik yang sedang tidak terpakai.

Suara.com - Raksasa otomotif asal Jepang Nissan tengah berjuang keras keluar dari jerat krisis keuangan yang semakin mencekik.

Kondisi ini memaksa perusahaan melakukan restrukturisasi besar-besaran termasuk menutup pabrik guna menekan kelebihan kapasitas produksi yang tidak efisien hingga berdampak pada PHK Massal.

Langkah penghematan ini menyasar wilayah Eropa dengan rencana pengurangan sekitar 10 persen tenaga kerja atau setara 900 karyawan.

Berdasarkan laporan Financial Times, gudang suku cadang di Barcelona akan diperkecil sementara operasi distribusi di pasar Nordik turut direstrukturisasi. Di Inggris Raya pengurangan staf juga menyasar pekerja kerah putih yang memicu kekhawatiran mendalam.

Pabrik ikonik di Sunderland bahkan dilaporkan bakal memangkas operasional menjadi hanya satu jalur produksi saja. Keputusan ini diambil lantaran fasilitas tersebut hanya beroperasi pada kapasitas 50 persen.

Menariknya jalur produksi yang menganggur ini berpotensi digunakan oleh pabrikan asal China seperti Chery.

Manajemen Nissan mengakui tengah menjajaki peluang dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan pemanfaatan pabrik.

Langkah pahit ini diklaim sebagai upaya bertahan hidup di tengah ketatnya persaingan global. Pihak perusahaan menyatakan bahwa strategi tersebut sangat penting untuk melindungi masa depan Nissan di Eropa, menjaga lapangan kerja dalam jangka panjang, dan memastikan kami dapat bersaing secara menguntungkan di Eropa.

Performa penjualan Nissan di Inggris pun merosot tajam hingga 13,3 persen dengan raihan hanya 28.389 unit pada awal tahun ini. Angka tersebut hampir terkejar oleh penetrasi masif pabrikan China seperti BYD yang mencatat 26.396 unit dan Jaecoo dengan 22.789 unit.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan

Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:56 WIB

Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega

Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:13 WIB

Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong

Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:15 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×