Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB
Hanya Lima Pabrikan Mobil China yang Diprediksi Bakal Bisa Bertahan di Pasar Global
Logo BYD. [Suara.com/Liberty Jemadu]
baca 10 detik
  • CEO XPeng memprediksi hanya lima pabrikan otomotif Tiongkok yang mampu bertahan dan mendominasi pasar global di masa depan.
  • Perusahaan harus mencapai penjualan jutaan unit per tahun untuk mencatatkan pendapatan triliunan yuan serta meraih laba signifikan.
  • BYD kini menempati posisi keenam merek terlaris dunia, menunjukkan keberhasilan elektrifikasi pabrikan Tiongkok dalam bersaing dengan merek global.

Suara.com - CEO XPeng, He Xiaopeng memprediksi peta persaingan industri otomotif Tiongkok akan mengerucut secara drastis di masa depan. Menurutnya hanya akan ada lima pabrikan mobil China yang mampu bertahan serta mendominasi pasar global dengan kekuatan finansial yang luar biasa.

Kelima pemain besar ini diperkirakan bakal mencatatkan pendapatan hingga triliunan yuan atau setara dengan ribuan triliun rupiah. Tidak hanya itu laba yang dihasilkan diproyeksikan menyentuh angka ratusan miliar yuan. Untuk mencapai skala tersebut produsen otomotif dituntut memiliki volume penjualan yang sangat masif mencapai jutaan unit per tahun.

Saat ini level pendapatan dan volume tersebut baru diraih oleh segelintir raksasa otomotif dunia seperti Toyota, Volkswagen Group, Hyundai Motor Group, Stellantis, dan General Motors. Sementara dari Tiongkok beberapa kandidat terkuat yang berpotensi masuk ke jajaran elit ini meliputi BYD, SAIC Motor, Geely, Chery, serta Great Wall Motors.

He Xiaopeng juga menyoroti kondisi persaingan di industri otomotif Tiongkok saat ini yang dinilai belum sehat karena terlalu padatnya peluncuran model baru dalam waktu singkat.

"Industri akan lebih stabil jika persaingan tidak berlebihan. Dalam situasi itu pemain seperti XPeng, NIO, dan Li Auto berpeluang mencetak laba lebih dari 50 miliar yuan per tahun," katanya dikutip dari Carnewschia, Senin (4 Mei 2026).

Selain masalah dominasi pasar ia juga menyinggung perbedaan visi mengenai teknologi kendaraan masa depan. He Xiaopeng memandang teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV) sebagai solusi transisi yang penting bagi pasar. Hal ini berbeda dengan pandangan CEO NIO William Li yang memilih untuk tetap fokus sepenuhnya pada pengembangan kendaraan listrik murni sebagai kendaraan masa depan.

Dominasi mobil China sendiri mulai terlihat nyata dalam laporan penjualan otomotif dunia tahun 2025. BYD menjadi yang paling menonjol setelah berhasil melesat ke posisi keenam merek terlaris di dunia. Keberhasilan ini mencerminkan kuatnya dorongan elektrifikasi yang kini menjadi senjata utama pabrikan Tiongkok dalam menggoyang kemapanan merek otomotif global konvensional lainnya di berbagai kota besar dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Manuver Mengejutkan Ford Gandeng Geely untuk Produksi Mobil Listrik

Manuver Mengejutkan Ford Gandeng Geely untuk Produksi Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:35 WIB

Tampil Gaya Tak Bikin Merana: Intip Pesona Mantan Mobil Dinas Pejabat, Harga di Bawah LCGC

Tampil Gaya Tak Bikin Merana: Intip Pesona Mantan Mobil Dinas Pejabat, Harga di Bawah LCGC

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:15 WIB

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

BYD Berhasil Jadi Raja Mobil Listrik Baru Geser Dominasi Tesla dan BMW

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×