- Pemilik muda di Indonesia perlu merawat mobil listrik agar performa kendaraan tetap prima dan tahan lama.
- Perawatan utama mencakup penjagaan kesehatan baterai, penggunaan charger resmi, serta penghindaran metode pengisian cepat secara berlebihan.
- Pemeriksaan sistem pendingin, tekanan ban, pembaruan perangkat lunak, dan servis rem secara berkala sangat penting dilakukan.
Suara.com - Tren penggunaan mobil listrik (Electric Vehicle) kini semakin masif dan mudah kita jumpai di berbagai sudut kota di Indonesia.
Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang sering muncul bagi para pemilik baru: bagaimana cara merawat mobil listrik agar performanya tetap prima dalam jangka panjang?
Meskipun mobil listrik tidak memiliki komponen mesin sekompleks mobil bensin, kendaraan masa depan ini tetap membutuhkan perawatan yang konsisten dan mendetail agar masa pakainya bisa lebih lama.
Menurut ulasan resmi dari Toyota Astra Financial Services (TAF) dan pabrikan Chery Indonesia, perawatan mobil listrik sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan.
Kuncinya terletak pada pemahaman komponen-komponen vital elektrikal serta kebiasaan berkendara yang ramah terhadap baterai.
Dengan melakukan langkah perawatan yang tepat secara mandiri di rumah maupun servis berkala di bengkel resmi, Anda bisa memastikan investasi kendaraan listrik Anda tetap bernilai tinggi dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian.
Berikut adalah beberapa tips penting merawat mobil listrik yang wajib Anda terapkan:

Jaga Kesehatan Baterai secara Konsisten
Baterai merupakan komponen paling vital sekaligus bagian paling mahal pada mobil listrik.
Pihak Chery Indonesia menyarankan untuk menghindari pengisian daya secara berlebihan (overcharge) dan usahakan agar baterai tidak sampai benar-benar habis atau menyentuh angka nol persen karena bisa merusak sel baterai secara permanen.
Senada dengan Chery, mengutip langsung dari situs resmi TAF, "Baterai adalah jantung dari mobil listrik Anda. Oleh karena itu, menjaga kesehatan baterai menjadi prioritas utama".
Upayakan untuk menjaga kapasitas baterai tetap berada di rentang ideal 20 hingga 80 persen saat melakukan pengisian daya harian.
Gunakan Charger Resmi dan Hindari Terlalu Sering Fast Charging
Selalu gunakan alat pengisi daya resmi yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil Anda.
Penggunaan charger yang tidak sesuai berisiko merusak sistem kelistrikan dan mengganggu stabilitas arus.
Selain itu, meskipun fitur fast charging sangat membantu di saat mendesak, usahakan tidak menggunakannya terlalu sering karena metode ini dapat mempercepat keausan baterai.
Pilihlah mode slow charging saat pengisian di rumah agar umur pakai baterai lebih panjang.
Perhatikan Sistem Pendingin Cairan
Suhu yang ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin, adalah musuh utama baterai mobil listrik.
Sistem pendingin khusus pada mobil listrik berfungsi menjaga suhu baterai tetap stabil selama mobil dikendarai maupun saat pengisian daya.
Pastikan Anda rutin memeriksa kondisi cairan pendingin (coolant) agar tidak terjadi overheat yang bisa menurunkan kinerja baterai secara drastis.
Pantau Tekanan dan Kondisi Ban secara Berkala
Banyak yang tidak menyadari bahwa mobil listrik umumnya memiliki bobot yang jauh lebih berat dibanding mobil konvensional karena beratnya kompartemen baterai.
Kondisi ini membuat ban bekerja ekstra keras. Oleh karena itu, selalu jaga tekanan angin ban sesuai standar pabrikan untuk menghindari keausan yang tidak merata serta menjaga efisiensi konsumsi daya listrik tetap optimal.
Lakukan rotasi ban secara berkala agar usia pakainya merata.
Lakukan Pembaruan Perangkat Lunak (Software Update)
Sebagai mobil pintar, performa sistem kontrol daya, fitur keselamatan, hingga manajemen baterai pada mobil listrik sangat bergantung pada pembaruan software.
Lakukan pembaruan perangkat lunak secara berkala saat mendapat notifikasi dari produsen guna memperbaiki bug dan mengoptimalkan efisiensi kendaraan.
Jangan Abaikan Pemeriksaan Sistem Pengereman dan Servis Berkala
Walaupun mobil listrik didukung teknologi pengereman regeneratif (regenerative braking) yang membuat kampas rem lebih awet, sistem rem mekanis seperti cakram dan kaliper tetap wajib diperiksa secara berkala agar tidak macet atau berkarat akibat jarang digunakan.
Chery Indonesia menekankan pentingnya melakukan servis berkala di bengkel resmi oleh teknisi terlatih untuk memastikan semua sensor, kelistrikan, dan cairan kendaraan tetap terpantau dengan aman.

Jika sudah mengetahui cara merawat tapi bingung untuk memilih mobilnya, berikut adalah daftar mobil listrik termurah yang dihimpun Suara.com, lengkap dengan rincian harga, tenaga, torsi, serta jarak tempuhnya:
1. VinFast VF3
- Harga: Mulai dari Rp152.000.000 hingga Rp192.300.000 OTR Jakarta.
- Tenaga: 40 HP.
- Torsi: 110 Nm.
- Jarak Tempuh: 215 km berdasarkan pengujian NEDC.
- Harga: Rp155.000.000 (Standard Range) dan Rp175.000.000 (Long Range) OTR Jakarta.
- Tenaga: 30 kW.
- Torsi: 85 Nm.
- Jarak Tempuh: Hingga 205 km (Standard Range) dan hingga 301 km (Long Range) menurut standar CLTC.
3. Wuling Air EV
- Harga: Rp155.000.000 hingga Rp175.000.000 OTR Jakarta.
- Tenaga: 30 kW (sekitar 40 hp).
- Torsi: 110 Nm.
- Jarak Tempuh: 205 km (Standard Range) dan 301 km (Long Range).
4. DFSK Seres E1
- Harga: Rp168.000.000 hingga Rp219.000.000 OTR Jakarta.
- Tenaga: 25 kW hingga 30 kW tergantung variannya.
- Torsi: 100 Nm.
- Jarak Tempuh: 180 km hingga 220 km tergantung kapasitas baterai.
5. BYD Atto 1
- Harga: Mulai dari Rp199.000.000 (Standard), Rp205.000.000 (Dynamic), hingga Rp245.000.000 (Premium) OTR Jakarta.
- Tenaga: 55 kW.
- Torsi: 135 Nm.
- Jarak Tempuh: 300 km hingga 380 km berdasarkan standar NEDC.
6. Changan Lumin
- Harga: Rp222.000.000 OTR Jakarta.
- Tenaga: 35 kW.
- Torsi: (Data torsi spesifik tidak tercantum di dalam dokumen sumber).
- Jarak Tempuh: 301 km berdasarkan standar NEDC.