- Nissan Serena C23 bekas buatan 1994 hingga 1999 kini dijual sekitar Rp 30 hingga 60 juta rupiah.
- MPV keluarga berkapasitas 7 sampai 8 penumpang ini menawarkan interior fleksibel dengan kursi baris kedua putar.
- Kendaraan bermesin 1,6L dan 2,0L tersebut memiliki pajak tahunan murah berkisar Rp 483.000 hingga Rp 840.000.
Suara.com - Bagi Anda yang sedang mencari mobil keluarga dengan kabin lega tapi dana terbatas, Nissan Serena C23 bekas kini menjelma menjadi opsi menarik yang ramah di kantong.
Siapa sangka, MPV legendaris era 90-an yang memiliki bodi membulat nan unik ini bisa dipinang dengan harga setara motor matik 150cc baru, yakni di kisaran 40 jutaan rupiah.
Mobil ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada ajang pameran Gaikindo tahun 1994 dan resmi dipasarkan ke konsumen mulai Mei 1996 hingga akhir 1999.
Meskipun usianya sudah tidak lagi muda, kendaraan ini tetap diburu oleh para pecinta otomotif dan keluarga yang membutuhkan ruang kabin yang lapang serta praktis.
Mengapa mobil ini layak dipertimbangkan? Fakta unik pertamanya adalah fleksibilitas interior yang luar biasa.
MPV kompak ini mampu menampung 7 hingga 8 penumpang dengan sangat nyaman. Salah satu fitur paling ikonik yang jarang ditemui pada mobil modern saat ini adalah kursi baris kedua yang bisa diputar 180 derajat (turn table seat).

Fitur ini memungkinkan penumpang di baris kedua saling berhadapan dengan penumpang di baris ketiga, menciptakan suasana berkumpul yang hangat selama perjalanan.
Selain itu, mobil ini dilengkapi dengan pintu geser di sisi kiri yang memudahkan akses keluar masuk kabin, menjadikannya pelopor MPV modern di masanya.
Ongkos: Harga dan Pajak
Keunggulan lain yang membuat Serena C23 sangat ramah untuk kantong harian adalah pajak tahunannya yang sangat murah.
Bagi pemilik mobil ini, biaya pajak tahunan (PKB) berkisar antara Rp 483.000 hingga Rp 840.000 saja, tergantung pada tahun pembuatan kendaraan mulai dari 1995 hingga 2000.
Pengeluaran ini hanya perlu ditambah dengan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 143.000 per tahun.
Sementara itu, untuk harga bekas di pasar saat ini, Serena C23 dengan kondisi standar umumnya dibanderol di kisaran Rp 30 juta hingga Rp 38 juta.
Untuk unit dengan kondisi baik atau varian mesin 2.0L, harganya berada di rentang Rp 40 juta hingga Rp 50 juta.
Adapun varian 1.6L dipasarkan di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 60 juta, tergantung pada kondisi fisiknya.
Harga ini tentu sangat terjangkau jika dibandingkan dengan harga barunya pada tahun 1996 yang mencapai Rp 97,5 juta.
Spesifikasi dan Performa

Bicara soal spesifikasi dan performa, Nissan Serena C23 di Indonesia dibekali dua pilihan mesin utama.
Varian pertama adalah tipe SGL yang ditenagai mesin bensin 2.0L 4-silinder SR20DE berkekuatan 148 dk yang dipadukan dengan transmisi otomatis 4-percepatan.
Menariknya, mesin ini sama dengan yang digunakan pada mobil sport legendaris Nissan Silvia.
Posisi mesinnya diletakkan secara unik di bawah jok depan. Varian kedua adalah tipe FGX dengan mesin 1.6L 4-silinder GA16DE bertenaga 110 dk yang dikombinasikan dengan transmisi manual 5-percepatan.
Dari segi handling dan kenyamanan, mobil ini menggunakan sasis monokok dan suspensi independen McPherson strut di bagian depan serta multi-link di bagian belakang.
Racikan suspensi independen ini memberikan stabilitas menikung yang sangat baik dan kenyamanan berkendara yang bahkan mengalahkan kenyamanan beberapa sedan di masanya.
Untuk konsumsi bahan bakarnya, mobil ini mencatatkan angka sekitar 10,3 km/liter di dalam kota dan dapat mencapai 16,9 km/liter saat melaju di luar kota.