- Pasar otomotif Indonesia periode Januari hingga Juli 2026 mencatat total penjualan grosir sebanyak 517.742 unit secara nasional.
- Merek asal China seperti BYD dan Jaecoo berhasil masuk jajaran sepuluh besar penjualan mobil nasional.
- Pencapaian tersebut menunjukkan konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap produk kendaraan listrik baru dari pabrikan China.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencatat total wholesales mencapai 517.742 unit, dengan distribusi khusus bulan Juli saja sebesar 81.115 unit.
Data ini menunjukkan tren menarik: merek asal China seperti BYD dan Jaecoo berhasil menembus dominasi merek Jepang, bahkan masuk ke jajaran 10 besar nasional.
Merek Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi Motors masih jadi mobil terlaris.
Namun, BYD dan Jaecoo kini menjadi ancaman nyata dengan angka distribusi yang signifikan.
Mobil Listrik Jadi Kartu AS

Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap mobil listrik dan produk baru dari China.
Lonjakan distribusi terlihat jelas pada Juli 2026. BYD mencatatkan 6.569 unit hanya dalam satu bulan, melampaui Mitsubishi Motors dan Suzuki di kelas wholesales bulanan.
Jaecoo juga masuk 10 besar dengan 3.200 unit, menyalip beberapa merek lain yang sebelumnya lebih mapan.
Fenomena ini terjadi di pasar otomotif nasional, dengan dampak langsung pada persaingan segmen mobil listrik dan SUV.
Konsumen Indonesia kini punya lebih banyak pilihan, tidak hanya dari merek Jepang, tetapi juga dari pabrikan China yang agresif masuk dengan strategi harga kompetitif dan teknologi baru.
BYD dan Jaecoo bukan sekadar pemain baru. BYD sudah memproduksi mobil listrik secara lokal (CKD) dan menawarkan lini produk lengkap, sementara Jaecoo langsung mencatatkan angka besar lewat model J5 BEV.
Hal ini menunjukkan bahwa strategi mereka bukan hanya menjual mobil, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Honda Terlibas, Suzuki Wajib Waspada

Beberapa bulan lalu, Honda mulai dipepet BYD dan kini BYD resmi mengungguli Honda.
Tak berhenti sampai di situ, jika tren positif BYD terjaga, bukan tidak mungkin jika pabrikan dari Negeri Tirai Bambu ini akan mendahului Mitsubishi dan kemudian Suzuki.
5 Besar Merek Mobil dengan Wholesales Tertinggi (Januari–Juli 2026)
- Toyota: 155.574 unit.
- Daihatsu: 87.670 unit.
- Suzuki: 41.973 unit.
- Mitsubishi Motors: 38.731 unit.
- BYD: 29.826 unit
5 Besar Wholesales Bulan Juli 2026
- Toyota – 21.642 unit.
- Daihatsu – 14.125 unit.
- BYD – 6.569 unit.
- Mitsubishi Motors – 6.143 unit.
- Suzuki – 5.654 unit.
Merek China yang Masuk 10 Besar Juli 2026
- BYD – 6.569 unit (peringkat 5).
- Jaecoo – 3.200 unit (peringkat 8).
Merek China yang Masuk 10 Besar Akumulatif Januari–Juli 2026
- BYD – 29.826 unit (peringkat 5 nasional).
- Jaecoo – 20.534 unit (peringkat 8 nasional).
Sementara itu, merek China lain seperti Geely dengan 10.389 unit, Wuling dengan 9.705 unit, dan Chery dengan 7.101 unit masih berada di luar 10 besar, namun tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang patut diperhatikan.