-
Aa Juju keluhkan keluhan teknis Hyundai Ioniq 5 seharga Rp800 juta.
-
Masalah meliputi fast charging gagal, aki soak, hingga head unit mati.
-
Layanan aftersales dealer Hyundai dinilai kurang responsif dan mengecewakan pemilik.
Suara.com - Unggahan influencer sekaligus food vlogger, Aa Juju soal mobil listrik barunya, Hyundai Ioniq 5 belakangan ini tengah menjadi sorotan publik.
Lewat unggahan video yang telah ditonton hampir 4 juta kali, Aa Juju meluapkan kekecewaannya terhadap mobil listrik Hyundai Ioniq 5 miliknya yang belum lama dibeli.
Padahal, Aa Juju mengaku merogoh kocek hingga Rp800 jutaan untuk membeli mobil listrik tersebut secara cash.
Influencer Aa Juju keluhkan masalah aftersales Hyundai yang mengecewakan dan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang banyak masalah setelah dibeli.
Namun, bukan kenyamanan yang didapat, ia justru harus mengelus dada lantaran mobilnya mengalami serentetan kerusakan teknis yang fatal.
Berikut ini deretan masalah Hyundai Ioniq 5 yang dikeluhkan oleh Aa Juju.
1. Fitur Fast Charging
Masalah pertama yang muncul adalah tidak berfungsinya fitur pengisian daya cepat atau fast charging.
Aa Juju menyebut mobilnya hanya bisa mengisi daya menggunakan metode slow charging (AC charger).
Ironisnya, meski sudah mendatangi pihak Hyundai Care hingga penyedia layanan pengisian daya Voltron, masalah ini tak kunjung menemui titik terang.
2. Aki Soak Gara-gara Parkir Paralel
Puncak kekesalan Aa Juju terjadi saat mobilnya tiba-tiba tidak bisa dinyalakan saat hendak berangkat kerja.
Setelah memanggil teknisi, terungkap bahwa aki mobil tersebut sudah habis atau soak.
Hal yang mengejutkan, mekanik menyebut bahwa kerusakan aki tersebut dipicu oleh kebiasaan parkir paralel.
Pihak bengkel mengklaim fitur kelistrikan seperti Bluelink tetap bekerja saat mobil diparkir paralel, sehingga menyedot daya aki.
Padahal, Aa Juju menegaskan bahwa sebelum membeli, pihak sales meyakinkan bahwa Ioniq 5 aman untuk parkir paralel dan bahkan sempat diuji coba.
Di sisi lain, sejak awal Aa Juju selalu menekankan bahwa dirinya mencari mobil yang bisa parkir paralel.
3. Head Unit Mati Total
Tak berhenti di situ, keesokan harinya masalah baru muncul yakni head unit yang mati total seharian.
Aa Juju kembali memanggil teknisi, tapi ia merasa pelayanan yang diberikan sangat tidak kompeten.
"Udah ngotak-ngatik, kalah sama gue nyari di internet," sindirnya.
Menariknya, Aa Juju justru berhasil memperbaiki sendiri masalah head unit tersebut setelah mencari solusi lewat bantuan kecerdasan buatan, ChatGPT.
4. Layanan Aftersales yang Mengecewakan
Selain masalah teknis pada unit mobil, Aa Juju juga menyoroti buruknya layanan purna jual (aftersales) dari dealer Hyundai.
Ia mengeluhkan pihak sales yang tidak responsif saat dihubungi melalui WhatsApp.
Bahkan, saat ia mendatangi dealer untuk melakukan konfrontasi, situasi sempat memanas hingga terjadi cekcok.
Pihak sales berdalih tidak mengetahui secara detail bahwa mobil tersebut tidak disarankan untuk sering diparkir paralel, yang semakin menambah kekecewaan sang influencer.
Hingga kini, curhatan Aa Juju tersebut terus menuai beragam reaksi dari netizen yang turut mempertanyakan kualitas dan edukasi produk mobil listrik seharga hampir satu miliar tersebut.