Cek Fakta: Bahlil Sebut Baterai Nikel di Mobil Listrik Lebih Paten Dibanding LFP, Benarkah?

Cesar Uji Tawakal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Cek Fakta: Bahlil Sebut Baterai Nikel di Mobil Listrik Lebih Paten Dibanding LFP, Benarkah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa baterai nikel lebih unggul daripada LFP untuk jarak jauh.
  • Pakar otomotif menjelaskan bahwa baterai LFP juga mampu menempuh jarak jauh dan memiliki harga lebih murah.
  • Baterai nikel unggul dalam densitas energi, sementara LFP unggul dalam aspek keselamatan serta masa pakai.

Pernyataan Bahlil: Baterai Nikel Lebih Paten untuk Jarak Jauh

Suara.com - Sektor kendaraan listrik (EV) tengah diramaikan oleh perdebatan hangat mengenai dua jenis baterai utama: NMC yang berbasis nikel, dan LFP yang berbasis besi fosfat.

Isu ini semakin memanas di Indonesia setelah Menteri Investasi saat itu, Bahlil Lahadalia, melontarkan pernyataan yang cukup berani mengenai keunggulan baterai nikel dibandingkan LFP.

Awal Agustus 2026, Bahlil menegaskan ke awak media bahwa baterai berbasis nikel (NMC) jauh lebih mumpuni dibandingkan LFP.

"Yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten jadi kalian jangan terprovokasi," ungkapnya.

Bahlil juga menyangkutpautkan masalah harga dengan kualitas baterai.

"Jangan ada mengatakan bahwa oh ini LFP lebih murah... ya namanya barang pendek ya murahlah, kalau barang bagus mana ada yang murah".

Oleh karena itu, ia mendorong agar ekosistem baterai mobil di Indonesia sepenuhnya diarahkan menggunakan teknologi NMC, mengingat Indonesia kaya akan bahan baku nikel.

Bahkan, pemerintah berencana mengatur penggunaan baterai nikel ini melalui berbagai strategi, seperti kebijakan insentif, karena saat ini banyak pabrikan mobil listrik asal Cina yang masuk ke Indonesia memakai baterai jenis LFP.

Cek Fakta Pernyataan Bahlil

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

Pernyataan Bahlil tersebut perlu diuji dengan data teknis dari para ahli otomotif. Suara.com pun mengambil acuran dari Electrifying dan pabrikan mobil listrik Chery Indonesia.

baca juga

Apakah benar baterai LFP hanya untuk jarak pendek dan kalah kelas?

Secara ilmiah, NMC merupakan singkatan dari Nikel, Mangan, dan Kobalt, yang merupakan logam utama pembuat katode (bagian kutub positif baterai).

Sementara LFP adalah singkatan dari Lithium Iron Phosphate atau litium besi fosfat.

Terkait klaim Bahlil bahwa baterai LFP hanya untuk jarak pendek, fakta di lapangan menunjukkan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Memang benar bahwa secara umum LFP memiliki densitas energi (kemampuan menyimpan energi dalam kapasitas ukuran tertentu) yang lebih rendah dibandingkan NMC.

Namun, klaim bahwa LFP hanya untuk jarak pendek mulai bergeser dan kini banyak beredar mobil dengan jarak tempuh jauh, meski pada akhirnya bobot kendaraan tersebut jadi lebih "membengkak".

Selain itu, energy density yang lebih rendah berarti bahwa butuh lebih banyak ruang agar bisa muat di mobil.

Pihak Electrifying menekankan bahwa kedua teknologi ini sebenarnya sama baiknya dengan keunggulannya masing-masing.

Vicky Parrott dari Electrifying menuliskan:

"It's not so much a case of which one's best, though. It's more a case that both are great, and have different benefits."

(Ini bukan soal mana yang terbaik, melainkan keduanya bagus dan memiliki manfaat berbeda).

Senada dengan hal itu, Chery Indonesia juga menegaskan dalam panduan resminya bahwa:

"No battery type is completely superior for everyone. The best choice depends on your usage patterns and priorities."

(Tidak ada jenis baterai yang sepenuhnya unggul bagi semua orang. Pilihan terbaik tergantung pada pola penggunaan dan prioritas Anda).

Mengenai harga, LFP memang lebih murah. Namun, Electrifying menjelaskan bahwa harga murah ini bukan karena LFP berkualitas rendah.

Melainkan karena bahan bakunya menggunakan besi dan fosfat yang melimpah dan tidak memerlukan kobalt atau nikel. Penambangan nikel dan kobalt dikenal mahal.

Keunggulan dan Kelemahan Sesungguhnya: Nikel vs LFP

ilustrasi mobil listrik (magnific/freepik)
ilustrasi mobil listrik (magnific/freepik)

Untuk menentukan mana baterai yang lebih bagus, kita harus membandingkan kelebihan dan kekurangan asli dari masing-masing teknologi ini secara objektif.

Plus Minus Baterai NMC untuk Mobil Listrik

Baterai Nikel (NMC) memiliki keunggulan utama pada densitas energinya yang tinggi.

Artinya, dengan berat baterai yang lebih ringan, NMC mampu menyimpan daya lebih banyak dan memberikan jarak tempuh yang lebih jauh bagi mobil listrik.

Selain itu, NMC memiliki performa yang lebih stabil di cuaca dingin ekstrem.

Namun, kelemahan utama NMC adalah harganya yang mahal dan dampak lingkungannya yang tinggi akibat penambangan kobalt dan nikel.

NMC juga sensitif terhadap kebiasaan pengisian daya. Pengguna NMC disarankan untuk menjaga daya baterai di kisaran 20% hingga 80% saja.

Mengisi daya NMC hingga 100% setiap hari justru bisa mempercepat degradasi (penurunan kapasitas dan kualitas baterai seiring waktu).

NMC juga memiliki stabilitas termal (ketahanan terhadap suhu panas) yang lebih rendah sehingga membutuhkan sistem manajemen suhu yang sangat kompleks agar aman.

Plus Minus Baterai LFP untuk Mobil Listrik

Ilustrasi Nikel (Magnific/Magnific)
Ilustrasi Nikel (Magnific/Magnific)

Di sisi lain, baterai LFP memiliki keunggulan luar biasa pada aspek keselamatan dan masa pakai.

Struktur kimia LFP sangat stabil secara termal, sehingga risiko terjadi thermal runaway (kondisi di mana baterai mengalami panas berlebih yang tidak terkendali hingga berpotensi terbakar) sangat kecil.

Selain itu, masa pakai LFP jauh lebih panjang. LFP mampu bertahan hingga ribuan siklus pengisian daya lebih banyak dibandingkan NMC, sehingga biaya kepemilikan jangka panjang jauh lebih hemat.

LFP juga sangat toleran terhadap pengisian daya harian hingga 100% tanpa khawatir mempercepat degradasi baterai.

Kelemahan baterai LFP terletak pada bobotnya yang lebih berat untuk kapasitas energi yang sama dengan NMC.

Ini jadi masalah jika garasi si pemilik mobil dibuat "seadanya". Lantai garasi bisa retak karena setiap hari dipaksa menampung beban berat dari kendaraan jenis ini.

Selain itu, kecepatan pengisian daya baterai LFP dapat menurun drastis saat berada di cuaca dingin yang ekstrem.

Kesimpulan

Bahlil benar, meski pernyataannya mengandung banyak oversimplifikasi yang bisa bikin publik salah paham, khususnya saat membahas sebab baterai LFP lebih murah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perbandingan Wuling Binguo EV vs Chery Omoda E5 vs BYD Dolphin: Harga Mirip, Mending Mana?

Perbandingan Wuling Binguo EV vs Chery Omoda E5 vs BYD Dolphin: Harga Mirip, Mending Mana?

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:31 WIB

4 Rekomendasi Mobil Listrik yang Aman Parkir Paralel Tanpa Khawatir Aki Soak

4 Rekomendasi Mobil Listrik yang Aman Parkir Paralel Tanpa Khawatir Aki Soak

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Syarat Motor Listrik yang Bakal Dapat Subsidi Pemerintah, Harus Gunakan Baterai Nikel

Syarat Motor Listrik yang Bakal Dapat Subsidi Pemerintah, Harus Gunakan Baterai Nikel

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?

Otomotif | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua

Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua

Bola | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cek Fakta: Bahlil Sebut Baterai Nikel di Mobil Listrik Lebih Paten Dibanding LFP, Benarkah?

Cek Fakta: Bahlil Sebut Baterai Nikel di Mobil Listrik Lebih Paten Dibanding LFP, Benarkah?

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter

Status Waspada! Gunung Karangetang Terus Muntahkan Lava Sejauh 1.000 Meter

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:03 WIB

Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana

Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:02 WIB

3 Bedak Mengandung Iron Oxide untuk Menangkal Flek Hitam Wajah

3 Bedak Mengandung Iron Oxide untuk Menangkal Flek Hitam Wajah

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:58 WIB

5 Serum Kombinasi Peptide dan Retinol untuk Kulit Kencang dan Bebas Kerutan

5 Serum Kombinasi Peptide dan Retinol untuk Kulit Kencang dan Bebas Kerutan

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

Prabowo ke Lokasi Karhutla Kubu Raya, Lihat Api dari Dekat Tanpa Masker Begini Arahannya

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail

Review Bartender Glass of God: Mengobati Luka Jiwa Lewat Segelas Koktail

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Sejumlah Kelompok Mahasiswa Tak Ikut Rencana Demo AMPB di Jakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

Seminggu Gempa NTT: Warga Pelosok Hanya Terima Segelas Beras, Sebutir Telur, dan Mi Instan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:44 WIB

×