- Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa resmi mengesahkan hak paten bentuk tiga dimensi skuter Vespa Primavera pada 22 Juli 2026.
- Kebijakan hukum tersebut memberikan amunisi baru bagi Piaggio untuk menindak tegas produsen motor lain yang meniru desain ikonis Vespa.
- Meskipun demikian, pembuktian pelanggaran merek dagang memerlukan proses hukum yang kompleks dan tidak melarang total seluruh motor bergaya retro.
Keputusan Hukum EUIPO dan Hak Paten Bentuk 3D Vespa
Suara.com - Maraknya skuter matik bergaya retro di pasar global maupun Indonesia membuat tampilan motor mirip Vespa beredar luas di jalanan.
Melihat desain ikoniknya terus diadaptasi oleh berbagai produsen pesaing, Piaggio sebagai induk perusahaan Vespa mengambil langkah hukum tegas.
Rideapart mengabarkan bahwa Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO) secara resmi mengabulkan pendaftaran merek dagang atas bentuk tiga dimensi (3D) dari model Vespa Primavera.
Pendaftaran hak paten 3D yang disahkan pada 22 Juli 2026 ini mencakup kendaraan roda dua hingga model skala atau miniatur.
Keputusan lembaga hukum Uni Eropa tersebut menegaskan bahwa bentuk fisik Vespa Primavera telah memiliki ciri khas tersendiri yang sangat kuat dari penggunaan bertahun-tahun.
Hal ini membuat konsumen secara langsung mengasosiasikan lekuk bodi tersebut secara khusus dengan merek Vespa.
Evolusi Desain dan Fitur Khas yang Dilindungi Hukum
Salah satu poin menarik dari putusan EUIPO adalah pengakuan terhadap evolusi desain Vespa dari waktu ke waktu.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa versi-versi terbaru Vespa dinilai sebagai bentuk pengembangan (evolution) dari model sebelumnya, selama tetap mempertahankan elemen atau fitur penciri yang unik.
Pihak Piaggio menjelaskan bahwa perubahan gaya atau pembaruan desain di masa depan tidak secara otomatis menghilangkan perlindungan hak paten tersebut, asalkan karakter utama Vespa tetap terjaga.
Kendati demikian, muncul pertanyaan menarik di kalangan pencinta otomotif mengenai elemen mana saja yang dikategorikan sebagai fitur penciri khas Vespa. Apakah tameng depan yang membulat, bodi belakang yang meliuk, proporsi bodi kompak, atau lampu depan melingkar?
Secara terpisah, komponen-komponen tersebut memang tidak dimiliki oleh Vespa secara eksklusif. Di pasaran, banyak pabrikan pesaing yang menjual skuter bergaya retro serupa, seperti Honda Giorno, Kymco Like yang mengusung desain retro abadi, hingga merek Royal Alloy.

Implikasi Bagi Pabrikan Lain dan Batasan Perlindungan Merek
Meskipun Piaggio kini memegang paten bentuk 3D yang lebih kuat, keputusan hukum ini tidak serta-merta membuat Piaggio bisa langsung menuntut semua motor yang memiliki lampu bulat atau dek pijakan kaki datar.
Pelanggaran merek dagang (trademark infringement, yakni tindakan penggunaan tanpa izin atas merek terdaftar yang dapat membingungkan konsumen) memerlukan pembuktian hukum yang jauh lebih kompleks daripada sekadar kemiripan visual biasa dari kejauhan.
Namun, perlindungan baru ini secara signifikan memperkuat posisi hukum Piaggio di mata regulator Eropa. Sejak hadir pertama kali pada tahun 1946, desain Vespa telah menjadi kiblat utama industri skuter dunia.
Dengan adanya paten 3D ini, batas antara sekadar skuter bergaya retro klasik biasa dan tiruan yang terlalu mirip dengan Vespa menjadi semakin jelas di mata hukum.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Apa keputusan terbaru Uni Eropa terkait desain motor Vespa?
A: EUIPO resmi mendaftarkan bentuk tiga dimensi (3D) Vespa Primavera sebagai merek dagang terdaftar yang dilindungi hukum.
Q: Apakah pabrikan lain dilarang total membuat motor bergaya retro?
A: Tidak dilarang total, namun pabrikan lain tidak boleh meniru secara berlebihan proporsi dan bentuk bodi khas yang menjadi identitas utama Vespa.
Q: Sejak kapan Vespa diperkenalkan ke dunia?
A: Skuter ikonik Vespa pertama kali diperkenalkan dan diproduksi oleh Piaggio di Italia pada tahun 1946.