Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies

Cesar Uji Tawakal

Senin, 12 Oktober 2026 | 13:52 WIB
Sensasi "India" di Honda Kian Kental di 2028: Potong Biaya Pengembangan, Gandeng Tata Technologies
Honda Elevate. (Honda Afrika Selatan)
baca 10 detik
Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang, Honda, resmi merombak strategi bisnisnya di India dengan menggandeng perusahaan rekayasa lokal Tata Technologies. Kerja sama ini bertujuan mengembangkan lini SUV baru, diawali dengan SUV sub-4 meter pada 2028, sekaligus memangkas biaya pengembangan hingga 20 persen dan mempercepat waktu riset hingga 50 persen.

Suara.com - Strategi pabrikan mobil Honda di India dipastikan bakal terasa makin "lokal" dan kental dengan sentuhan India mulai tahun 2028.

Honda menjalin kemitraan strategis dengan Tata Technologies, sebuah perusahaan penyedia jasa rekayasa dan pengembangan produk otomotif asal India, menurut Motorbeam.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari program efisiensi global Honda yang menargetkan pemangkasan biaya operasional lebih dari 9 miliar Dolar AS (sekitar Rp161,1 triliun) dalam empat tahun ke depan.

Langkah ini diambil guna merespons kerugian terkait investasi kendaraan listrik (EV) yang diproyeksikan melampaui 12 miliar Dolar AS (sekitar Rp214,8 triliun), sekaligus mengalihkan fokus ke teknologi hibrida.

Melalui kemitraan dengan Tata Technologies, Honda dapat memanfaatkan jaringan pemasok komponen lokal India yang sangat luas.

Cara ini diproyeksikan mampu menekan biaya pengembangan kendaraan hingga 20 persen.

Tak hanya itu, durasi pengembangan mobil baru yang biasanya memakan waktu hingga lima tahun dapat dipangkas menjadi sekitar setengahnya.

Pertahankan Kendali Kualitas dan Teknologi Utama

Meskipun proses rekayasa awal dan pemilihan pemasok komponen diserahkan kepada Tata Technologies, Honda menegaskan tidak akan melepas kendali atas kualitas produknya.

Pabrikan asal Jepang tersebut tetap memegang kendali penuh atas aspek-aspek utama kendaraan.

baca juga

Hak kendali Honda mencakup pengawasan standar kualitas manufaktur, pengembangan teknologi mesin, fitur keselamatan dan bantuan pengemudi (driver-assistance systems), serta sistem konektivitas.

Kerja sama ini murni difokuskan untuk merancang kendaraan yang ramah di kantong konsumen lokal tanpa mengorbankan reputasi ketangguhan yang melekat pada merek Honda.

Kembalikan Kejayaan Pasar SUV di India

Honda Elevate. (Honda India)
Honda Elevate. (Honda India)

Perubahan strategi ini dipicu oleh penurunan performa penjualan Honda di pasar India selama satu dekade terakhir.

Pangsa pasar Honda di negara tersebut merosot tajam dari puncaknya sebesar 7,3 persen menjadi tinggal 1,3 persen saja.

Lini produk Honda di India menyusut hingga tersisa empat model, dengan tulang punggung penjualan diampu oleh Honda City, Amaze, dan Elevate.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan melonjaknya tren mobil SUV di India yang kini dikuasai oleh pabrikan lokal seperti Tata Motors dan Mahindra.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, model pertama hasil kolaborasi Honda dan Tata Technologies dipastikan berupa SUV sub-4 meter yang bakal diluncurkan pada 2028.

Segmen SUV ringkas di bawah 4 meter sangat populer di India karena mendapatkan insentif pajak kendaraan kecil.

Setelah SUV sub-4 meter meluncur, Honda berencana menghadirkan SUV ukuran menengah (midsize SUV) serta memperkuat lini sedan.

Potensi India Jadi Basis Ekspor Global Honda

Penguatan rantai pasok dan manufaktur lokal tidak hanya ditujukan untuk menguasai pasar domestik India semata.

Honda mengindikasikan bahwa apabila model-model baru garapan lokal ini berhasil mencapai target penjualan, kualitas, dan profitabilitas yang ditetapkan, India berpotensi diangkat menjadi basis ekspor global.

Transformasi ini menjadi momentum penting bagi Honda untuk menutupi celah lini produknya, menyajikan kombinasi harga dan fitur yang lebih kompetitif, sekaligus mempertahankan standar rekayasa khas raksasa otomotif Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Honda ADV 160 Resmi Mengaspal di India: Harga Lebih Murah Rp7 Jutaan dan Kebal Etanol E85

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Mobil Listrik Mungil Suzuki Resmi Dirilis, Harga Bikin BYD Atto 1 dan Pesaingnya Ketar-ketir

Mobil Listrik Mungil Suzuki Resmi Dirilis, Harga Bikin BYD Atto 1 dan Pesaingnya Ketar-ketir

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Bos Bugatti Imbau Pabrikan Eropa Tidak Meniru Tren Mobil China, Fokus Kualitas

Bos Bugatti Imbau Pabrikan Eropa Tidak Meniru Tren Mobil China, Fokus Kualitas

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:04 WIB

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Agresif Garap Pasar EV, iCAR Jadikan Yogyakarta Titik Strategis Ekspansi Dealer Baru

Otomotif | Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Penjualan Porsche Merosot 16 Persen Secara Global: Ini Penyebabnya

Penjualan Porsche Merosot 16 Persen Secara Global: Ini Penyebabnya

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Terkini

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Cuma 5 Hari! Diskon Kilat 35% Bakcang Mewah Paradise Dynasty Khusus Nasabah BRI

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:48 WIB

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Listrik di Batam Tiba-tiba Padam, Bahlil Mengaku Belum Tahu Informasi

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

Kasus Gangguan Jiwa Berat di Kalbar Tembus 4.323, Skizofrenia Mendominasi

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Sinopsis Good Night, Dracin Terbaru Kevin Guo dan Zhang Xue Ying di Youku

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:45 WIB

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

BGN Buka Suara soal Anak Panti Asuhan yang Disebut Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Persija Ikut Bersuara ada Penyerangan Persib U-18, Tegaskan Rivalitas Bukan Alasan Kekerasan

Persija Ikut Bersuara ada Penyerangan Persib U-18, Tegaskan Rivalitas Bukan Alasan Kekerasan

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Cak Ji Sentil Kader PDIP Surabaya: Salah Sedikit, Nama Partai Jadi Taruhan!

Cak Ji Sentil Kader PDIP Surabaya: Salah Sedikit, Nama Partai Jadi Taruhan!

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Subsidi Upah Rp900 Ribu Diumumkan Pemerintah, Ini Daftar Penerimanya

Subsidi Upah Rp900 Ribu Diumumkan Pemerintah, Ini Daftar Penerimanya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:36 WIB

5 Rekomendasi Kulkas 4 Pintu Hemat Listrik Terbaik, Kapasitas Besar untuk Kebutuhan Rumah

5 Rekomendasi Kulkas 4 Pintu Hemat Listrik Terbaik, Kapasitas Besar untuk Kebutuhan Rumah

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:32 WIB

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

UU Cipta Kerja Diuji di MK, Komnas Perempuan Minta Hakim Gunakan Analisis Hukum Feminis

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:32 WIB

×