- Riset jurnal Nature Energy mengungkapkan baterai mobil listrik berpotensi bertahan optimal selama 10 hingga 20 tahun.
- Analisis terhadap 29 juta kendaraan di Inggris menunjukkan kesenjangan usia pakai mobil listrik dan bensin semakin menyempit.
- Permenperin No. 15 Tahun 2025 mewajibkan garansi baterai minimal delapan tahun atau 160.000 kilometer di Indonesia.
Suara.com - Kekhawatiran mengenai daya tahan baterai mobil listrik yang dianggap cuma bertahan 10 tahun masih sering membayangi calon konsumen. Anggapan ini timbul karena baterai EV dinilai belum sebanding dengan mesin pembakaran internal.
Padahal riset yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Energy menunjukkan baterai mobil listrik berpotensi memiliki masa pakai optimal antara 10 hingga 20 tahun. Durasi ini sangat bergantung pada pola penggunaan serta pengelolaan suhu.
Penurunan kapasitas baterai terjadi secara bertahap dan bukan berarti kendaraan mendadak tidak dapat digunakan setelah satu dekade. Angka 10 tahun umumnya hanya merujuk pada masa garansi atau kondisi kapasitas baterai yang tersisa sekitar 70 hingga 80 persen.
Penelitian berjudul "The closing longevity gap between battery electric vehicles and internal combustion vehicles in Great Britain" yang merilis analisis terhadap lebih dari 29 juta unit kendaraan di Inggris periode 2005-2022 mengungkapkan kesenjangan usia pakai antara mobil listrik dan kendaraan bermesin pembakaran semakin menyempit.
Sebagai perbandingan, mobil bensin rata-rata mampu menempuh jarak hingga 320.000 kilometer sebelum memerlukan perbaikan mesin besar. Baterai mobil listrik generasi terbaru berpotensi mencapai jarak tempuh yang serupa dengan kapasitas yang tetap layak dipakai.
Suhu menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi ketahanan baterai. Paparan panas atau dingin ekstrem dapat mempercepat penurunan kinerja. Oleh karena itu, sistem pendingin cair atau liquid cooling system sangat penting untuk menjaga temperatur baterai saat macet maupun diparkir di lokasi panas.
Kebiasaan pengisian daya turut memegang peranan. Menggunakan DC fast charging terlalu sering dapat meningkatkan suhu baterai. Sebaliknya pengisian AC di rumah ideal untuk pemakaian harian.
Secara umum baterai memiliki siklus pengisian dan pengosongan sekitar 1.500 hingga 3.000 kali. Membiarkan baterai berada di level 0 persen atau mengisinya hingga 100 persen terus-menerus bisa memperpendek usia pakai.
Di Indonesia, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 Tahun 2025 mewajibkan mobil listrik memiliki garansi baterai minimal delapan tahun atau 160.000 kilometer.
Untuk memperpanjang usia baterai, pemilik disarankan menjaga kapasitas di kisaran 20 hingga 80 persen, menghindari parkir terlalu lama di bawah terik matahari, mengutamakan pengisian wallbox di rumah, serta rutin melakukan pembaruan perangkat lunak Battery Management System di bengkel resmi.