SERANG – Keluarga besar keturunan (dzuriat) Sultan Banten Maulana Yusuf menolak rencana deklarasi #2019GantiPresiden di area halaman parkir makam Maulana Yusuf, di Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pada 10 Agustus mendatang. Dzuriat meminta panitia deklarasi menghormati makam Maulana Yusuf sebagai waliullah. Dzuriat tak ingin area pemakaman Maulana Yusuf dijadikan tempat politik.
“Ini tempat sakral. Kasihan beliau (Maulana Yusuf-red) sudah wafat jangan dibawa-bawa politik. Pasti dalam deklarasi ada yang menjelek-jelekan pihak lain. Ini yang tidak kami inginkan. Kalau kegiatan keagamaan, kami dari keluarga akan mempersilakan. Mau tingkat provinsi tingkat nasional juga mangga (silakan-red). Tapi kalau untuk politik kami tak mengizinkan,” ujar Tb Syukron Ma’mun, salah satu perwakilan Dzuriat Maulana Yusuf, saat menyampaikan aspirasi bersama di halaman parkir Kompleks Pemakaman Maulana Yusuf, Rabu (8/8/2018).
KH Tb Yusuf, dzuriat lainnya menambahkan, keluarga besar dzuriat tak mengizinkan area makam nenek moyang mereka dijadikan lokasi acara deklarasi yang sarat kepentingan politik.
“Mohon hormati, pake etika. Jangan paksakan napsu politik, napsu kekuasan. Kami tak ingin diganggu. Selama ini kami sudah nyaman dan damai. Silakan tentukan pilihan politik tapi hormati pula para sultan Banten, hormati kearifan lokal. Jangan injak-injak tanah eyang kami,” tegasnya.
Tb Rahmatullah, Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Kesultanan Banten Indonesia mwnyatakan bahwa Maulana Yusuf merupakan salah satu waliullah yang semasa hidupnya mempersatukan umat, membangun umat dan mencipatkan peradaban.