Kampung Arab Manado, sekarang Kelurahan Istiglal di Kecamatan Wenang, pernah istimewa di masa kolonial Belanda. Penduduknya yang rata-rata orang Arab berasal Jazirah Arab, terutama dari Arab Saudi sekarang dan Hadramaut (sekarang Yaman), dibedakan dengan orang Minahasa umumnya.
Seperti orang Cina yang pemukimannya bersebelahan, mereka digolongkan sebagai orang timur asing atau vreemde oosterlingen. Mempunyai kepala kampung sendiri yang disebut wijkmeester, dan kepala kaum yang oleh Belanda diberi gelaran tituler Luitenant alias Letnan.
Istimewanya, karena, meski letaknya di wilayah Distrik Manado, namun mereka tidak tunduk kepada Hukum Besar, tapi diperintah langsung oleh Residen Manado lewat tangan Kontrolir Manado.