fajarsatu – Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melakukan revisi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Wakil Wali Kota, Hj. Eti Herawati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembangunan yang tidak bisa maksimal selama setahun ini. “Saya minta maaf, barangkali pembangunan selama setahun ini tidak maksimal,” ungkap Eti usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perubahan RPJMD 2018-2023 di Ruang Gotrasawala, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Selasa (23/2/2021). “Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih berlangsung membuat posisi keuangan Pemda Kota Cirebon cukup berat. Sebenarnya, kami juga berat untuk melakukan perubahan RPJMD ini,” tandas Eti.
Lanjutnya, namun karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, sehingga perubahan harus tetap dilakukan. Sekalipun melakukan perubahan RPJMD, sejumlah program tetap diprioritaskan, salah satunya kesehatan. Saat ini yang terpenting, masyarakat Kota Cirebon sehat dan terbebas dari Covid-19, setelah itu secara perlahan pembangunan di Kota Cirebon akan ditata kembali. “Tapi kita berupaya sebisa mungkin program visi dan misi Sehati tidak terganggu, seperti program bersih dan hijau yang hingga kini masih tetap dikawal, termasuk penanganan banyaknya keluhan masyarakat mengenai rusaknya jalan di musim penghujan ini,” kata Eti.